Bunga Hatiku

Kamis, 29 Juli 2010 03.59 By ReNi NiNGsiH

Teruntuk Bunga hatiku..
Mekarlah indah kala sang Kuasa memekarkan pesonamu...
Teduh cintamu bernanung dalam ikatan Illahiyah beserta rangkain doa yang suci...
Tak mengapa raga dan duniawimu tak sempurna,
Krn cintaku tidak akan berubah asal tiada cacat akhlak dan iman.

Tumbuhlah dengan sejuta pelangi nan elok
saat kuncup-kuncup mulai merekah bersama ridloNYA
diiringi kicauan burung berterbangan menuju senja kedamain di relung qolbu
ikut pula rombongan para malaikat melantunkan doa untuk kita
untuk mimpi kita..
untuk harapan kita...
untuk cita-cita kita..
dan untuk kebahagiaan kita di dunia dan akhirat

Bunga hatiku...
tetaplah sll mewangi dalam indahnya islam
Izinkan aku sll menyemai pupuk ketaqwaan
agar cinta kita mendapat tempat terindah di surga

Kecantikan Yang Sebenarnya

Kamis, 08 Juli 2010 02.58 By ReNi NiNGsiH

Saudariku yang beriman……….sang bidadari surga

Qt tidak perlu gelisah ketika tidak ditakdirkan memiliki wajah cantik dan kecukupan harta untuk membeli alat-alat kosmetik yang mahal dan lengkap.Qt masih bisa meraih nikmat kecantikan yang lebih unggul/tinggi dari kecantikan fisik(wajah cantik atau hasil polesan make- up).
MAU TAU KECANTIKAN YANG SEBENAR-BENARNYA?

Ia adalah sinar berseri-seri yang terpancar dari wajah wanita-wanita mukminah karena mereka beriman,taat kepada Allah,dan berakhlak mulia kepada sesama.
Jika anda telah menggenggam kecantikan ini,insyaallah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.

Untuk mencapai kecantikan iman,seseorang haruslah beriman kepada Allah,mengimani ayat-ayat Nya,serta sabda-sabda Nabi Nya.Kemudian dia melaksanakan ayat dan sabda itu sekuat kesanggupan.Jika dia mampu melaksanakan kebajikan-kebajikan islam secara istiqamah dan terus meningkat dari waktu kewaktu,hal itu lebih baik.Namun jika suatu ketika dia jatuh dalam kesalahan atau dosa,maka terbuka jalan taubat dan istighfar baginya.Dia senantiasa membiasakan diri dengan kebaikan-kebaikan hingga hatinya menjadi gembira karna berbuat kebaikan dan menjadi gelisah karna berbuat dosa.Itulah ciri seorang mukminah

Saudariku……sang bidadari surga

Engkau tidak perlu khawatir dengan kekurangan-kekurangan yang ada.Engkau memiliki kebaikan yang layak diandalkan,yaitu kekuatan iman.Kekuatan iman ini akan menghantarmu memiliki kebaikan yang tidak bisa diraih melalui jalan lain,yaitu inner beauty(kecantikan dari dalam).Kecantikan ini menjadi modal bagimu untuk bertemu seseorang yang engkau rindukan.Jika orang beriman disuruh memilih antara kecantikan fisik dan kecantikan iman,maka mereka akan memilih jenis kecantikan kedua.

“Dan janganlah kalian menikahi wanita musyrik,sampai mereka beriman.Sesungguhnya budak wanita yang beriman lebih baik dari wanita musyrik,meskipun dia(wanita musyrik itu)menarik hatimu.Dan janganlah kalian menikahkan laki-laki musyrik(dengan wanita-wanita beriman),sampai mereke beriman.Sesungguhnya budak laki-laki yang beriman lebih baik dari laki-laki musyrik,walaupun dia(laki-laki musyrik itu)menarik hatimu.Mereka(orang-orang musyrik itu)mengajak keneraka.sedang Allah mengajak kesurga dan ampunan dengan izin Nya.Dan Dia menerangkan ayat-ayat kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.”(Al-Baqarah:221)

Wallohua'lam

The Best Woman

02.57 By ReNi NiNGsiH

1. Ya, dengan senyum cantik anda yang membangkitkan rasa cinta dan menebar kasih sayang kepada orang lain.
2. Ya, dengan tutur kata baik anda yang dapat menjalin persahabatan yang dianjurkan syariat dan menghapus semua rasa dengki.
3. Ya, dengan ketulusan derma anda yang dapat membahagiakan orang miskin, menggembirakan orang fakir, dan mengenyangkan orang yang lapar.
4. Ya, dengan duduk manis bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi makna, mengamalkan kandungannya, bertobat, dan memohon ampun kepada-Nya
5. Ya, dengan banyak dzikir, memohon ampun, rajin berdoa dan suka memperbaharui tobat.
6. Ya, dengan mendidik anak-anak anda untuk mendalami agama, mengajari mereka sunnah dan membimbing mereka kepada hal-hal yang berguna bagi mereka.
7. Ya, dengan rasa malu dan jilbab seperti yang diperintahkan Allah kepada anda sebagai sarana memelihara diri dan kehormatan anda.
8. Ya, dengan berteman bersama wanita-wanita yang baik dari kalangan mereka yang mempunyai rasa takut kepada Allah, menyukai pengamalan agama, dan menghormati norma-norma etika.
9. Ya, dengan berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahim, menghormati tetangga dan menjamin anak-anak yatim.
10. Ya, dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, menelaah bacaan yang berguna, maka hal itu benar-benar merupakan hal yang amat menyenangkan lagi memberikan informasi yang benar

smoga kita bisa menjadi ummat yang terbaik untuk islam

Cita-citaku untuk cintaku . . .

02.52 By ReNi NiNGsiH

Aku sudah menyiapkan cinta yang hebat dan tulus untukmu.
Walaupun aku hanya bisa mencintaimu dengan sederhana, dengan segala keterbatasanku.
Sesederhana pena sangat mencintai dan setia pada sang kertas.
Tapi pena ini ingin menggoreskan mimpi suci dengan tinta emaz di oase samudra keridloan Alloh.
Agar selalu abadi tersimpan di hati, dimana para malaikat mengepakkan sayap putihnya.
Membawa terbang ke hadapan Illahi.
Merendahkan diri, menengadahkan tangan
Berdoa agar cinta ini bermuara di surga,
Bersatu dengan cinta putih Fatimah azzahro kepada Ali bin abi tholib.

Tips mendidik anak menjadi sholih / sholiha

Selasa, 25 Mei 2010 03.40 By ReNi NiNGsiH

langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi
sholih/sholihah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum
terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai
membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak anda sejak dini:

Bangunkan shubuh sejak balita
Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi
orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan
membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik
untuk menjadikannya sebagai sebagai sebuah kebiasaan.

Berikan lingkungang pergaulan dan pendidikan yang islami
Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam
pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini anda dapat
memulainya dengan mengirimkan anak anda ke TPA (Taman Pendidikan Al
Quran) atau mengikuti kursus-kursus islam di Masjid dan sebagainya.

Jangan egois!
Orang tua adalah teladan yang pertama bagi anaknya, maka jadilah teladan
yang terbaik bagi anak anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya
memerintahkan anak anda untuk mengaji atau pergi sholat berjamaah,
sedangkan anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan
pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

Safari Masjid
Bawalah anak anda untuk melakukan safari masjid minimal sepekan sekali.
Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap masjid dan sholat
berjamaah dihati anak.

Perkenalkan batasan aurat sejak dini
Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita
bawa sejak kecil. Seorang anak dibiasakan menggunakan pakaian yang
ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan
terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali
untuk merubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak
gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak
penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan
membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini,
insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu,
nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian
yang tidak menurut aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak
terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

Selalu membawa perlengkapan sholat
Ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat kemanapun
mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu sholat.

Meminimalisir mendengarkan musik-musik non islami
Minimalisir mendengarkan lagu-lagu non islami seperti lagu-lagu picisan,
rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca AL Quran berjamaah,
mendengarkan kaset mu'rotal, mendengarkan kaset ceramah atau nasyid
islam.

Buatlah jadwal nonton TV
Hendaknya, orang tua tidak membiasakan menonton acara TV bersama anak
yang tidak mengandung unsur pendidikan kepada anak, misalnya sinetron,
film horor, film-film cengeng (romantika), dan lain-lain.

Ajarkan nilai-nilai islam secara langsung
Ajarkan nilai-nilai islam yang anda kuasai secara langsung kepada anak
anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya
melalui sebuah cerita.

Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran
Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran, sesuai dengan kadar
kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat Al Quran ketika kita
memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

Jadilah sahabat setia baginya
Perkecil menunjukkan sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai
seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga
permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang
akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

Ciptakan nuansa kehangatan
Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan
bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil
masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari
tempat diluar sana yang ia anggap lebih nyaman dari pada di rumahnya
sendiri.

Sampaikan dengan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan
Ingat! Yang sedang anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk
yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran,
kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan
menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit
hati
Demikian beberapa tips untuk membentuk anak yang taat (sholih/sholihah),
semoga tips di atas dapat memberikan barokah bagi kita semua. Amin

Tips mendidik anak menjadi sholih / sholiha

03.40 By ReNi NiNGsiH

langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi
sholih/sholihah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum
terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai
membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak anda sejak dini:

Bangunkan shubuh sejak balita
Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi
orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan
membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik
untuk menjadikannya sebagai sebagai sebuah kebiasaan.

Berikan lingkungang pergaulan dan pendidikan yang islami
Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam
pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini anda dapat
memulainya dengan mengirimkan anak anda ke TPA (Taman Pendidikan Al
Quran) atau mengikuti kursus-kursus islam di Masjid dan sebagainya.

Jangan egois!
Orang tua adalah teladan yang pertama bagi anaknya, maka jadilah teladan
yang terbaik bagi anak anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya
memerintahkan anak anda untuk mengaji atau pergi sholat berjamaah,
sedangkan anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan
pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

Safari Masjid
Bawalah anak anda untuk melakukan safari masjid minimal sepekan sekali.
Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap masjid dan sholat
berjamaah dihati anak.

Perkenalkan batasan aurat sejak dini
Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita
bawa sejak kecil. Seorang anak dibiasakan menggunakan pakaian yang
ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan
terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali
untuk merubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak
gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak
penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan
membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini,
insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu,
nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian
yang tidak menurut aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak
terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

Selalu membawa perlengkapan sholat
Ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat kemanapun
mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu sholat.

Meminimalisir mendengarkan musik-musik non islami
Minimalisir mendengarkan lagu-lagu non islami seperti lagu-lagu picisan,
rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca AL Quran berjamaah,
mendengarkan kaset mu'rotal, mendengarkan kaset ceramah atau nasyid
islam.

Buatlah jadwal nonton TV
Hendaknya, orang tua tidak membiasakan menonton acara TV bersama anak
yang tidak mengandung unsur pendidikan kepada anak, misalnya sinetron,
film horor, film-film cengeng (romantika), dan lain-lain.

Ajarkan nilai-nilai islam secara langsung
Ajarkan nilai-nilai islam yang anda kuasai secara langsung kepada anak
anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya
melalui sebuah cerita.

Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran
Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran, sesuai dengan kadar
kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat Al Quran ketika kita
memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

Jadilah sahabat setia baginya
Perkecil menunjukkan sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai
seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga
permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang
akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

Ciptakan nuansa kehangatan
Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan
bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil
masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari
tempat diluar sana yang ia anggap lebih nyaman dari pada di rumahnya
sendiri.

Sampaikan dengan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan
Ingat! Yang sedang anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk
yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran,
kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan
menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit
hati
Demikian beberapa tips untuk membentuk anak yang taat (sholih/sholihah),
semoga tips di atas dapat memberikan barokah bagi kita semua. Amin

Renungan untuk mengingat kematian

Sabtu, 22 Mei 2010 03.44 By ReNi NiNGsiH

Saudaraku, tahukah kamu siapa pengunjung terakhirmu? Tahukah kamu apa tujuan ia berkunjung dan menemuimu? Apa saja yang dimintanya darimu?Sungguh! Ia tak datang karena haus akan hartamu, karena ingin ikut nimbrung makan, minum bersamamu, meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, memintamu memberikan rekomendasi kepada seseorang atau untuk memuluskan upaya yang tidak mampu ia lakukan sendiri.!!

Pengunjung ini datang untuk misi penting dan terbatas serta dalam masalah terbatas. Kamu dan keluargamu bahkan seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menolaknya dalam merealisasikan misinya tersebut!

Kalau pun kamu tinggal di istana-istana yang menjulang, berlindung di benteng-benteng yang kokoh dan di menara-menara yang kuat, mendapatkan penjagaan dan pengamanan yang super ketat, kamu tidak dapat mencegahnya masuk untuk menemuimu dan menuntaskan urusannya denganmu!!Untuk menemuimu, ia tidak butuh pintu masuk, izin, dan membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Ia datang kapan saja waktunya dan dalam kondisi bagaimanapun; dalam kondisimu sedang sibuk ataupun sedang luang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang dalam kondisi melarat, ketika kamu sedang bepergian atau pun tinggal di tempatmu.!!

Saudaraku! Pengunjungmu ini tidak memiliki hati yang gampang luluh. Ia tidak bisa terpengaruh oleh ucapan-ucapan dan tangismu bahkan oleh jeritanmu dan perantara yang menolongmu. Ia tidak akan memberimu kesempatan untuk mengevaluasi perhitungan-perhitunganmu dan meninjau kembali perkaramu!

Kalau pun kamu berusaha memberinya hadiah atau menyogoknya, ia tidak akan menerimanya sebab seluruh hartamu itu tidak berarti apa-apa baginya dan tidak membuatnya mundur dari tujuannya!

Sungguh! Ia hanya menginginkan dirimu saja, bukan orang lain! Ia menginginkanmu seutuhnya bukan separoh badanmu! Ia ingin membinasakanmu! Ia ingin kematian dan mencabut nyawamu! Menghancurkan raga dan mematikan tubuhmu! Dia lah malaikat maut!!!Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
“Katakanlah, ‘Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.” (QS. As-Sajadah: 11)

Dan firman-Nya, artinya:
“Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS. Al-An’am: 61)

Kereta Usia

Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut merupakan sesuatu yang pasti? Tahukah kamu bahwa kita semua akan menjadi musafir ke tempat ini? Sang musafir hampir mencapai tujuannya dan mengekang kendaraannya untuk berhenti?

Tahukah kamu bahwa perputaran kehidupan hampir akan terhenti dan ‘kereta usia’ sudah mendekati rute terakhirnya? Sebagian orang shalih mendengar tangisan seseorang atas kematian temannya, lalu ia berkata dalam hatinya, “Aneh, kenapa ada kaum yang akan menjadi musafir menangisi musafir lain yang sudah sampai ke tempat tinggalnya?”

Berhati-hatilah!

Semoga anda tidak termasuk orang yang Allah subhanahu wata’ala sebutkan, artinya:
“Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat (Maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?” (QS. Muhammad: 27)

Atau firman-Nya, artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), ‘Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab), “Ada, sesungguh-nya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. “Maka masuklah ke pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombong-kan diri itu.” (QS. An-Nahl: 28-29)

Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut kepadamu akan mengakhiri hidupmu? Menyudahi aktivitasmu? Dan menutup lembaran-lembaran amalmu?

Tahukah kamu, setelah kunjungan-nya itu kamu tidak akan dapat lagi melakukan satu kebaikan pun? Tidak dapat melakukan shalat dua raka’at? Tidak dapat membaca satu ayat pun dari kitab-Nya? Tidak dapat bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, beristighfar walau pun sekali? Tidak dapat berpuasa sehari? Bersedekah dengan sesuatu meskipun sedikit? Tidak dapat melakukan haji dan umrah? Tidak dapat berbuat baik kepada kerabat atau pun tetangga?

‘Kontrak’ amalmu sudah berakhir dan engkau hanya menunggu perhitungan dan pembalasan atas kebaikan atau keburukanmu!!

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikan lah aku (ke dunia).” Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguh-nya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)

Persiapkan Dirimu!

Menjadi Bidadari di Dunia dan di Akhirat

03.43 By ReNi NiNGsiH

Pernahkah terlintas dalam hatimu ya ukhti, saudariku muslimah untuk menjadi bidadari di dunia dan diakhirat nanti?. Pernahkah kau membayangkan betapa cantik dan anggunnya ia, menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa. Pernahkah engkau mengangankannya? Pernahkah engkau mengimpikannya? Tidakkah hatimu tergerak untuk segera meraihnya? Sesungguhnya bidadari dunia adalah ia para wanita yang shalihah, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia. Sosok yang merindukan keridhaan Allah dan rasul-Nya. .

Selalu terbayang dalam pelupuk matanya surga yang dijanjikan Allah menantinya dari pintu manapun ia suka, ia bisa memasukinya. Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan.

Duhai betapa elok dan indah akhlaknya, bila ia belum bersuami maka berbakti kepada kedua orangtuanyalah ladang amalnya memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan berusaha mendapatkan keridhaan dari keduanya.Bila ia telah bersuami maka bersemangatlah hatinya untuk berbakti kepada suaminya, menemani sang suami dalam keadaan suka dan duka,mendidik anak-anaknya agar mereka berjalan diatas sunnah dan manhaj yang benar yaitu manhaj salafuna shalih. Berani meluruskan suami apabila ia bersalah dengan bahasa yang lembut dan bersabar atas kekurangannya. Membantu suami dalam mentaati Rabb-Nya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya.Jika engkau bersabar dan istiqamah maka insya Allah engkau akan menjadi penghuni surga yang cantik jelita itu.

Janganlah engkau resah dan gundah, merasa kecewa hatimu karena melihat sulitnya jalan untuk meraih kesana. Jalan itu akan mudah engkau tuju apabila engkau memohon pertolongan-Nya dalam setiap desah nafasmu. Sehingga segala tindak tandukmu selalu dalam bimbingan-Nya.Dan, renungkanlahapabila engkau berhasil mencapai predikat wanita shalihah (bidadari dunia) semua adalah karena dari Rabbmu semata, bersyukurlah atas nikmat ini dan janganlah sekali-kali engkau takabur. Ingatlah selalu firman-Nya :

”Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah” (huud:88).

Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi kita semua wanita-wanita muslimah diatas muka bumi ini yang bercita-cita ingin menjadi bidadari-bidadari diatas dunia ini dan tentu saja diakhirat nanti, Insya Allah.

Memaknai Tawakkal

03.43 By ReNi NiNGsiH

Seseorang yang bertawakal tidak akan meminta pertolongan kecuali kepada Allah, tidak menolak ketentuan-NYA dan tidak menyimpan sesuatu kecuali bersama Allah.

Karena apapun yang dimiliki oleh seseorang yang segala urusannnya berada ditangan Allah , baik berupa hati, kehidupan, kematian. Kebahagiaan, kesengsaraan, gerak-gerik, sikap diam, perkataan dan perbuatannya, atas izin dan kehendak-NYA ia tidak bergerak kecuali atas izin-NYA

dan tidak melakukan sesuatu kecuali atas kehendak-NYA

Tetapi jika ia meawakilkannya kepada Alloh berarti ia telah mewakilkan urusannya kepada Dzat yang menguasai bahaya, kemaslahatan, kematian,

kehidupan dan tempat kembali.

Sedangkan jika ia menyerahkan urusan itu kepada dirinya sendiri,

berarti dia telah………. mewakilkan urusanitu kepada orang lemah, tidak bertanggung jawab, pendosa dan pembuat kesalahan.

Barangsiapa yang tidak mau menyerahkan urusannya kepada Allah dan mengurusnya sendiri,maka………..

d ia pasti akan merasa lelah, penat, berat dan capek ; sehingga kehidupannya tidak bersih, hatinya tidak ceria, perbuatannya tidak murni, harapanya putus dan tidak memiliki waktu istirahat abadi

Puisi Alam

03.42 By ReNi NiNGsiH

Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".

Ilusi Dalam Mimpi

03.42 By ReNi NiNGsiH

bilamana aku dapat bermimpi berjumpa dengan ibu
akan kubawakan sebidang tanah penuh bunga
kuajak ia berjalan dalam hamparan flamboyan
lalu dari atas dahan kuperintahkan seribu burung
beryanyi tentang embun dan sinar mentari

bilamana ibu bersedih,akan kuhibur ia sambil
melihat lucunya kumbang cumbui kembang ditaman
lalu kubiarkan seribu kupu-kupu berterbangan
diatas rambutnya yang bermahkota pelangi

bilamana ibu letih,kan kukumpulkan butiran embun
dari pucuk-pucuk daun.dan kutaburkan pada tiap langkahnya
agar ibu merasa sejuk.lalu kubawa ibu menanam
masa depanku dalam warna bunga
agar ibu bangga anaknya lahir dinegeri daun
yang hijau penuh kicau

bilamana nanti ibu tertidur
kan kupagari ia dengan kemilau doa
dan kuajak burung-burung menjaganya
dari gemuruh dunia luar

bilamana ibu bertanya mengapa aku mengirim keindahan
hanya dalam mimpi,akan kukatakan pada ibu
bahwa hanya lewat mimpi anaknya bisa memberikan
kebahagiaan.kerna dinegeri yang kini hilang wangi,
telah tumbuh pohon-pohon berakar besi,kembang plastik,binatang yang di mumikanserta gemuruh pabrik yang
memproduksi polusi.biar ibu tahu
negeri yang subur telah hilang dalam peta.

Aku Mencintai Wanita Itu!!!

03.41 By ReNi NiNGsiH

Aku Mencintai Wanita Itu!!
Wanita itu membuatku sangat mengaguminya... walaupun hanya memiliki sepasang tangan
dan sepasang kaki.. dan usia tak lagi muda...kelincahannya melebihi anak muda sebayaku.

setiap pagi bangun dan menyiapkan segala sesuatu untuk keluarga kecilnya..
terkadang sedikit mengomel ketika ahli keluarganya membuat ia terlalu capek..
yahh...beliau hanya manusia biasa yg juga punya hak untuk mengeluh...
akan tetapi beliau tetap mengabdi untuk keluarganya..

aku mengenal wanita itu.... setiap hari aku melihatnya..
bahkan sebelum aku lahirpun aku selalu di bawanya kemana pun kakinya melangkah..
beratnya tubuhku tak membuatnya berhenti membuatnya ngeleus2 perutnya
berharap kelak anak yang di kandungnya menjadi anak yang berbakti kepadanya...

Wanita itu mencintai ku!!
tidak...tidak hanya beliau.. !!
tetapi lelaki yang selalu bersamanya juga mencintaiku!!

Beruntungnya aku... di cintai wanita dan lelaki itu bersamaan...

Saat kelahiranku... wanita itu menangis bahagia walaupun beliau terlalu lelah bergumul dengan maut..demi melahirkan ku...

lelaki itu juga mengumandangkan adzan di telinga kecilku...

pada hari itu aku mengenal mereka... mengenal wanita itu,wanita itu terlihat cantik dan bahagia memelukku..

Mereka Orang Tua ku....

Yah itu aku... anak wanita itu... dia emak ku........ dia bapakku....



Love my emak...

Love my emak...

Love my emak...

Love my bapak...

Buat Calon Suami

03.41 By ReNi NiNGsiH

Pernikahan atau Perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ..
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, Berhati2lah meluruskannya ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ...

Sampai Jumpa di Surga, teman . . . ^_^

03.40 By ReNi NiNGsiH

Tersendat dalam penat cinta syahwat
Demi meraih cintaMU ya Rahmat
Sambut malaikat
Dibalik pintu puasa
Tercium wangi surga
Kubungkus permata cinta dalam dada
Kan kubawa ke Jannah
Memandang bunga-bunga indah merekah
Bidadara berjubah berwajah cerah
Sampai jumpa di surga Firdaus yah

(Tahajud Time)
Beranjak sholat
Berusaha memikat Engkau yang maha kuat
Menempel sajadah lekat di jidat
Bersujud dalam tahajjud di malam yg pekat
Dari pintu sholat
Inginku berjumpa denganMU di surga yang sungguh nikmat

Rahasia Kehidupan

03.39 By ReNi NiNGsiH

begitu sederhana....
namun sangat penting
hanya satu kata
namun darinya bisa tercipta sejuta asa

"mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia"
itu kata nidji

ya "mimpi"
yang membedakan orang sukses dan tak sukses
"mimpi" yang membuat hidup orang berarti atau hampa

tanpa ada "impian"
hidup hanya datar tanpa tujuan pasti

tanpa "mimpi"
hidup seakan hampa

memang bukan sekedar mimpi
harus ada kerja keras...
tapi tanpa mimpi yang pasti....
kerja keras tak akan bisa hidup
tak ada motivasi

ayo kita sebarkan virus mimpi...
agar hidup bisa lebih baik...

yang miskin... jangan takut bermimipi jadi kaya.
yang melarat jangan takut bermimpi bahagia

yang bodoh...
mimpilah jadi seorang jenius...

semua akan terjadi.
percayalah...
karena mimpi kita telah tercatat
dan di genggam malaikat.

tentukan mimpimu kawan....
dan raihlah itu...

Terima Kasih

03.39 By ReNi NiNGsiH

Ketika segala yg tabu menjadi indah
dan gundah berubah menjadi senyum merekah
Terimakasih, atas marahMU
kau ajarkan aku, bagaimana caranya memahami

Ketika gemintang berkelip mesra
dan langit pun bersenandung bahagia

Terimakasih, atas hadirMU
kau ajarkan aku, apa itu arti memberi

Ketika sunyi berjelaga
dan fajar menyambut lega

Terimakasih, atas diamMU
kau ajarkan aku, lembutnya hangat berbagi

Ketika hati masih menjernih
dan syukur sempat terucap fasih

Terimakasih
terimakasih..

Renungan

03.38 By ReNi NiNGsiH

(www.myquran.com)


Dalam suatu Konfensi iblis, syaitan dan jin, dikatakan: “Kita tidak dapat melarang kaum muslim ke masjid”, “Kita tidak dapat melarang mereka membaca Al-Qur’an dan mencari kebenaran”, “Bahkan kita tidak dapat melarang mereka mendekatkan diri dengan Tuhan mereka Allah dan Pembawa risalahNya Muhammad”, “Pada saat mereka melakukan hubungan dengan Allah, maka kekuatan kita akan lumpuh.”

“Oleh sebab itu, biarkanlah mereka pergi ke Masjid; biarkan mereka tetap melakukan kesukaan mereka, TETAPI CURI WAKTU MEREKA, sehingga Mereka tidak lagi punya waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah”.

“Inilah yang akan kita lakukan,” kata iblis. “Alihkan perhatian mereka dari usaha meningkatkan kedekatannya kepada Allah dan awasi terus kegiatannya sepanjang hari!”. “Bagaimana kami melakukannya?” tanya para hadirin yaitu iblis, syaitan, dan jin. Sibukkan mereka dengan hal-hal yang tidak penting dalam kehidupan mereka, dan ciptakan tipudaya untuk menyibukkan fikiran mereka,” Jawab sang iblis “Rayu mereka agar suka BELANJA, BELANJA DAN BELANJA SERTA BERHUTANG, BERHUTANG DAN BERHUTANG”.

“Bujuk para istri untuk bekerja di luar rumah sepanjang hari dan para suami bekerja 6 sampai 7 hari dalam seminggu, 10 - 12 jam seminggu, sehingga mereka merasa bahwa hidup ini sangat kosong, jangan biarkan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka, jika keluarga mereka mulai tidak harmonis, maka mereka akan merasa bahwa rumah bukanlah tempat mereka melepaskan lelah sepulang dari bekerja, Dorong terus cara berfikir seperti itu sehingga mereka tidak merasa ada ketenangan di rumah, Pikat mereka untuk membunyikan radio atau kaset selama mereka berkendaraan”. “Dorong mereka untuk menyetel TV, VCD, CD dan PC di rumah, Sepanjang hari. Bunyikan musik terus menerus di semua restoran maupun toko2
di dunia ini.”

“Hal ini akan mempengaruhi fikiran mereka dan merusak hubungan mereka dengan Allah dan RasulNya”

“Penuhi meja-meja rumah mereka dengan majalah-majalah dan tabloid”. “Cekoki mereka dengan berbagai berita dan gosip selama 24 jam sehari”.”Serang mereka dengan berbagai iklan-iklan di jalanan”. “Banjiri kotak surat mereka dengan informasi tak berguna, katalog-katalog, undian-undian, tawaran-tawaran dari berbagai macam iklan.

“Muat gambaran wanita yang cantik itu adalah yang langsing dan berkulit mulus di majalah dan TV, untuk menggiring para suami berfikir bahwa PENAMPILAN itu menjadi unsur terpenting, sehingga membuat para suami tidak tertarik lagi pada istri-istri mereka”

“Buatlah para istri menjadi sangat letih pada malam hari, buatlah mereka sering sakit kepala”.

“Jika para istri tidak memberikan cinta yang diinginkan sang suami, maka akan mulai mencari di luaran”. “Hal inilah yang akan mempercepat retaknya sebuah keluarga”

“Terbitkan buku-buku cerita untuk mengalihkan kesempatan mereka untuk mengajarkan anak-anak mereka akan makna shalat.”

“Sibukkan mereka sehingga tidak lagi punya waktu untuk mengkaji bagaimana Allah menciptakan alam semesta. Arahkan mereka ke tempat-tempat hiburan, fitness, pertandingan-pertandingan, konser musik dan bioskop.”

“Buatlah mereka menjadi SIBUK, SIBUK DAN SIBUK.” “Perhatikan, jika mereka jumpa dengan orang shaleh, bisikkan gosip-gosip dan percakapan tidak berarti, sehingga percakapan mereka tidak berdampak apa-apa.

“Isi kehidupan mereka dengan keindahan-keindahan semu yang akan membuat mereka tidak punya waktu untuk mengkaji kebesaran Allah, dan dengan segera mereka akan merasa bahwa keberhasilan, kebaikan/kesehatan keluarga adalah merupakan hasil usahanya yang kuat (bukan atas izin Allah).”

“PASTI BERHASIL, PASTI BERHASIL, RENCANA YANG BAGUS.” Iblis, syaitan dan jin kemudian pergi dengan penuh semangat melakukan tugas MEMBUAT MUSLIMS MENJADI LEBIH SIBUK, LEBIH KALANG KABUT, DAN SENANG HURA-HURA, dan hanya menyisakan sedikit saja waktu buat Allah sang Pencipta.”

“Tidak lagi punya waktu untuk bersilaturahmi dan saling mengingatkan akan Allah dan RasulNya”. Sekarang pertanyaan saya adalah, “APAKAH RENCANA IBLIS INI AKAN BERHASIL???”

“ANDALAH YANG MENENTUKAN..!!!”

Sahabat Sejati

03.38 By ReNi NiNGsiH

Coba saja kau hidangkan aneka menu makanan yang menggairahkan lidah dan tenggorokan. Lalu kau bunyikan kentongan dan tak perlu menunggu lama mereka pun kan datang dengan riang. Lantas mereka salami kita dan berkata, “hai teman”, “hallo kawan”, “pa kabar sobat”. Dan lihatlah betapa mudah hidangan itu musnah dari pandangan. Dengan cepat pindah tempat, bersemayam pada ruang lambung yang selalu dipaksakan tuk penuh. Dan ketika mereka mulai pamit satu persatu, coba cegat mereka dengan kembali kau tuangkan anggur pada gelas-gelas kaca. Lalu lihat apa yang kan terjadi, ya fantastis, mereka dengan mudah berbalik arah dan kembali menuju meja dimana dari tadi kita hanya bisa duduk memperhatikan hingar bingar itu.

Lalu dilain waktu coba kau bunyikan serine ambulan. Undang mereka ke tepi ranjang kusam dimana kau berbaring dengan letihnya. Tubuhmu yang pucat pasi dan lusuh menebarkan aroma tak sedap karena bau keringat obat. Lihat-lihat, berapa orang yang mendekat. Lihat-lihat, berapa orang yang menatap dan merapikan selimutmu. Dan kau tahu ternyata tak sebanyak waktu pesta pora kemaren. Dan meski ada beberapa, lihat saja mereka hanya setor muka dan mendekat hanya sekejap lantas diam pada jarak yang cukup renggang bahkan beberapa dari mereka segera keluar kamar dan kembali bercanda dengan yang lain.

Dan kau pasti menangis, bukan karena kau merasa diasingkan dan tak lagi disayangi. Tapi kau menangis karena kini kau menemukan sahabat sejati itu. Lihatlah, beberapa orang yang berada di ruangan pengap itu. Tatap wajah mereka satu per satu. Kau melihat gurat raut kesedihan pada wajah mereka. Bekas aliran tangis juga pasti kau bisa menemukannya dengan mudah. Tetapi betapa hebatnya ketika mereka mencoba menyembunyikan kesedihan itu. Mencoba tersenyum dan menyemangati kita tuk selalu tegar. Dan mereka lah sahabat sejati yang kau cari selama ini. Mereka, ya cuma mereka dan jumlah mereka tak banyak.

Sahabat sejati amatlah berarti, maka jangan biarkan mereka tersakiti hatinya oleh ulah kita yang seringkali egois dan menganggap diri dominan. Jaga keberadaan mereka dan sayangi mereka sepenuh hati sebagaimana mereka menyayangi kita.

Ya Allah, selama ini seringkali aku menyepelekan mereka dan menganggap mereka sama seperti kebanyakan orang pada umumnya. Padahal mereka begitu berharga. Ya Allah, aku mohon kelak jikalau aku memilikisuami, maka jadikan dia sahabat sejatiku yang berharap senantiasa bersama tak hanya dalam suka dan duka, tetapi juga berharap bersama di dunia dan di surga. Amin !

Jendela Hati

03.37 By ReNi NiNGsiH

Aku ingin hidup secerah mentari

Yang menyinar di kamar hatiku

Aku ingin seriang kicauan burung yang terdengar di jendela kehidupan

Aku ingin segala-galanya damai penuh mesra menggugah ceria

Aku ingin menghapus duka nan lara mengobat rindu di dalam dada

Sedamai pantai yang memutih

Alloh ya Alloh

sebersih tetesan embunan pagi

Dan ukhuwah ini pasti berputih

Menghiasi taman kasih yang harmoni

Seharum kasturi seindah pelangi segalanya bermula

Dihati

Seharum kasturi seindah pelangi segalanya bermula

Disini

(harmoni)

Belum datangkah waktunya untuk orang orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat ALLOH dan kepada kebenaran yang telah diturunkan kepada mereka ,dan janganlah seperti orang-orang sebelumnya telah diturunkan alkitab kemudian masa yang panjang atas mereka,lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik

(Al-hadid 16)

Masihkah kau terlena dengan tipuan dunia dan bersikap manja,sedangkan saudari2mu disana berlomba tuk raih syuhada?

Masihkah kau bisa bergurau bercanda sedangkan kehidupan ini hanya sebentar saja?

Masikah kau bermalas-malasan sedangkan ada hari pertanggungjawaban yang menanti?

Duhai ukhti ikutilah jalan para srikandi yang berdiri tegar di jalan para pejuang,dengan penuh kelembutan dan segenap keberanian dengan rasa malu yang masih tersimpan namun sisingkan lengan dan melangkah mantap dalam perjuangan.

Kita kan berjuang walau panas ditapak,berat di pundak,kering dihembus,perih di pandang,kita terus berjalan hinnga kelak kan terjawab”mengapa perjuangan itu pahit?”…”karena surga itu manis.

Cantik wanita itu …
Cantiknya seorang wanita itu, sebagai gadis bukan kerana merah kilau lipstik pada bibir mekar senyum kosmetik
Cantik seorang wanita itu, sebagai remaja bukan pada kemulusan kulit
Cantik seorang wanita itu, sebagai Hawa bukan karena memikat dan meruntuhkan keimanan kaum adam
Cantik seorang wanita itu, sebagai anak yakni menjadi anak yang berbakti.
Cantik seorang wanita itu, sebagai kakak ato adek adalah yang menyayangi saudaranya sepenuh hati
Cantik seorang wanita itu, sebagai isteri yakni menjadi pendamping suami nan setia,seiya sekata berjuang bersama menjadikan rumah sebagai baiti janati.penyejuk mata,penawar hati,penajam pikiran di rumah istri di jalanan kawan(ini mah lirik nasyidnya the zikr)

Cantik seorang wanita itu, sebagai menantu menjauhi persekongkolan dengan ipar
Cantik seorang wanitaitu, sebagai ibu mendidik putra putrinya sebagai mujahid sejati
Cantik seorang wanita itu, sebagai mertua telus hati memberi kasih pada semua
Cantik seorang wanita itu, sebagai nenek memberi contoh teladan buat cucu-cicit
Cantik seorang wanita itu, sebagai warganegara peka membela nasib dan maruah negara
Cantik seorang wanita itu, sebagai warga tua menghitung hari dengan selembar mashaf
Cantik seorang wanita itu, sebagai intelektualis menyala obor mewangi setanggi profesionalis
Cantik seorang wanita itu, sebagai akidah solehah mengandam rindu kekasih pasrah di atas sejadah

Pintaku tuk Arjuna . . .

03.36 By ReNi NiNGsiH

Arjuna dalam cintaku

Arjuna untuk Tuhanku

Dalam balutan cinta Tuhan

Kuharap kau dating

Arjuna yang mengalir dalam darahnya

Alunan nada cinta

Dzikir untuk Robbnya

Dalam damai nafasnya

Terukir satu nama

Kurelakan diriku tuk kedua

Asal pertama adalah cintaNYA

Mewangi indah

Harum kesturi

Penuhi taman hati

Izinkan kulangkahi hidup

Bersama yang ada namamu

Dalam lautan kasih putihmu

Biarkan doaku

Bak lagu

Tuk dirinya

Yang mencintaiMU

Kusimpan dalam Qolbuku

Kelak temukan aq

Dengan arjunaku

Dalam langkah agung

Membangun istana cintaMU

Aku Ada Rasa

03.35 By ReNi NiNGsiH

TUHAN, KU ada RASA

Tuhan,ku ada rasa

Tuhan ku ada rasa

Rasa yang tak berlogika

Matematika pun tak mampu menjawabnya

Tuhan,Ku ada rasa

Yang ingin kuingkari

Yang terkadang datang dan pergi

Untuk satu hati

Tuhan,Ku ada rasa

Untuk yang tersimpan di palung hati

Yang belum pasti kumiliki

Tuhan

Maafkan rasa ini

Yang Ku ingin pergi namun tak bergairah diri ini berlari

Semakin kuhapus semakin lekat terpatri

Hingga harus ku bagaimana lagi?

Sampai kuadukan rasa ini?

Hanya padamu

Pinta Padamu

Untuk kebaikannya

Jagalah dirinya

Sayangilah

Ia

Berrikan yang terbaik untuknya

Berikan rasa tulus pada diri ini

Menyayanginya hingga membawa diri ini

Ke pelabuhan cintamu

Dan ikhlas menerima jika dia bukan untuku

Dan merelakannya dengan yang lain,yang tepat baginya,terbaik bagi hidupnya untuk kebahagiaannya

Dan bukakan selalu pintu hatiku tuk terima segala keputusanmu

Janjiku untukmu, nanti . . .

03.33 By ReNi NiNGsiH

Cinta ini ada...
Cinta ini tumbuh...

Biarkan cinta ini tersembunyi dalam diamku
Dalam tiap paragraf doaku
Dan dalam setiap tetes air mata
ketika aku bermunajat kepadaNYA

Ketahuilah...
Bahwa aku tetap merenda mimpi suci kita dalam naungan Illahi
Tetap menjaganya dalam ke-tawaddua'an hati
Dan menjalaninya dalam ke-istiqomahan qolbu

Maaf....
Jika kau tanyakan cinta padaku saat ini,
aku hanya bisa tertunduk diam
Menahan beribu kata
Menyembunyikan sejuta perih dan sesak ini
Hanya ada doa yag meluncur tulus dari kalam ini
untukmu, duhai calon suamiku . . .

Karna sesungguhnya saat ini
Ada cinta yang hakiki
antara kau dan Dia
Dialah segala-galanya.

Jika nanti tiba waktunya
janji suci itu terucap
Aku akan mencintaimu
Menyayangimu dalam setiap asa dan cita, 1 paket suka dan duka.
bukan hanya dengan kata saja
tapi dg laku, sikap, tutur kata dan keindahan iman
Aku berusaha menjadikan rumah tangga kita taman surga, sebelum surga sebenarnya
Kelak supaya para malaikat mengidolakan kita sebagai best couple di dunia dan di akhirat.
Dan keluarga kita nantinya akan mjd keluarga yg SaMaRaDa yg mampu memberi contoh bagi orang lain.
Bahtera rumah tangga teladankan Rasul mulia.

Jika ada kata yang lebih agung daripada cinta
lebih suci daripada kasih
Maka aku ingin menunjukkan kata itu untukmu
Nanti . . .


( for : untuk calon suamiku yang masih abstrak)

Renungan Cinta

03.32 By ReNi NiNGsiH

"cinta itu membuat engkau buta

akan cela yang dicinta

dan engkau rela

pada apapun keadaannya

cinta itu ketika menghujam

membuatmu siap berkorban

untuk yang dicinta

meskipun hatimu terluka…"

Sungguh ajaib sebuah perasaan yang tak dapat diterjemahkan…

Sebuah karunia Ilahi…. yang patut disyukuri dan dikontrol agar sesuai dengan Fitrah. Harus bisa menempatkan Cinta pada posisi yang sesuai. Tingkatan Cinta ……Cinta Allah, Rasul, Islam, OrangTua, Suami/Istri/anak2, harta, pangkat kedudukan, dll inilah cinta pada tingkatan terendah. Dan cinta pada tingkatan yg tertinggi adalah cinta pada Allah, Rasul, dan Islam. Memperjuangkan Tegaknya Aturan2 Islam dalam kehidupan itulah jihad yang tertinggi yang Allah cintai.

Tuhanku…IF aku jatuh cinta THEN buat cintaku padaMu Bertambah.

Buatlah cintaku padaMu semakin mendalam dihati.

Buatlah aku untuk bisa selalu bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan.

Buatlah aku selalu tunduk pada aturan2 yang telah Engkau tetapkan dan ikhlaskanlah hatiku untuk menjalankan aturan itu.

Allahu..Rabbi…

Buatlah aku bisa mencintai orang2 yang juga mencintaiMu.

Jauhkan aku dari iri dan dengki…

Rabb…

IF aku sendiri dan merasa sepi THEN aku ingin Engkau mereview sikap2ku selama ini agar aku dapat melihat siapa diri ini. Tapi dengan apa aku bs menilai diriku yang sebenarnya. sesungguhnya telah banyak aib yang telah Engkau tutupi dari keburukan diriku. apa aku bisa menilai diriku sendiri? Apa aku tidak terlalu angkuh untuk berbicara tentang siapa diriku? Rasanya aku hampir setiap hari pernah melakukan kesalahan. tidak bisa tersenyum dikala penat beban didada. tak bisa menyenangkan hati hamba2Mu yg lain. Kenapa ? Kenapa hati ini seperti ini? Harusnya aku masih bisa tersenyum setiap saat. Harusnya aku bisa menjalani semuanya dengan lapang dada. Toh segala yang ada setiap kebaikan adalah datang dariMu.

Itulah aku selalu butuh untuk berdialog denganMu. Aku bisa mengaduh pdMu setiap saat aku mau. aku mensucikan diriku, aku akan membersihkan hatiku, untuk kemudian aku bersujud padaMu dikeheningan malam. aku bisa rasakan air yang membasahi muka disaatku bersuci. aku dapat meresapi sujud kepadaMu. dengan rasa kecilku sebagai hamba. kecil bagai debu dijagad ini. mungkin bahkan lebih kecil dari itu dalam pandanganMu.

Cinta kadang membuat orang lupa segalanya. Tapi atas bimbingan Allahlah menyebabkan seseorang tidak terlalu berlebihan dalam mencintai selainNya.

kenapa kita mencintai berlebihan sesuatu yang tiada abadi? kalo kita dikecewakan oleh orang yang kita cintai Toh kita tak bisa berbuat apa2 hanya bisa menerima dan membalas dg perlakuan yang samapun tak akan ada gunanya. karna kita perlu belajar untuk bisa membalas kejelekan dengan kebaikan dan membalas kebaikan dengan kebaikan pula.

IF kita mencintai Allah SWT yang kekal dan abadi. THEN Kita tidak akan pernah dikecewakannya. PERSEPSI kita yang mengatakan bahwa IF kita mendapat kemalangan THEN itu pertanda buruk. Padahal belum tentu. Possible lain yang tentu baik. Jalan yang terbaik selalu POSITIF THINGKING sama Allah SWT. Bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Taman orang2 yang sedang jatuh cinta…..

Tapi alangkah lebih indah jika jatuh cinta pada Sang Pencipta. Yang telah memberi kita kehidupan. Yang membuat dunia dan jagad raya ini semakin mengembang dan pada akhirnya menuju kesatu titik yaitu Pencipta segalanya.

Rencana Alloh pasti indah

Kamis, 22 April 2010 04.35 By ReNi NiNGsiH

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang
menyulam sehelai kain.
Aku yang sedang bermain dilantai, melihat ke
atas
dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia
menerangkan
bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai
kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa
yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata
dengan lembut:
"Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu
menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah
selesai,
kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas
pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini
dari atas. "Aku heran, mengapa ibu menggunakan
benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut
pandanganku.


Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu
memanggil," Anakku, mari kesini, dan duduklah di
pangkuan ibu."
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum
melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar
belakang pemandangan matahari yang sedang
terbit,
sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya
melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat
hanyalah benang- benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata,"Anakku, dari bawah memang
nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak
menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada
gambar
yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya
mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat
melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke
atas
dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang
Engkau lakukan?" Ia menjawab :
" Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku
membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,
benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa
tidak
semuanya memakai warna yang cerah? "Kemudian
Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan
pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan
pekerjaanKu dibumi ini.


Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga
dan
mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan
melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.


"Subhanallah...

Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat
indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.
Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan
mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar
dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan
hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka
pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha
pengatur segala sesuatu di alam ini.
Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun
manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai
keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. Mari
kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

Wassalamualaikum wr wb.

Silahkan Anda memforward msg ini ke orang lain,
yang anda cintai dan teman-teman Anda, bagi dan
berikanlah yang terbaik untuk mereka.


"Waktu itu secepat perjalanan awan. Maka
barangsiapa waktunya senantiasa berada di jalan-
NYA, maka waktu itu menjadi nafas dan umurnya"

Tentang jodoh

04.34 By ReNi NiNGsiH

”Kak... calon suami Qta sedang apa yah?...knp tak kunjung datang juga..:)? Sungguh hati ini begitu telah merindukan hadirnya...ingin segera mencium punggung tangannya...ingin segera berbakti kepadanya...ingin segera membasuh peluh2 perjuangannya..ingin segera menggenapkan setengah dien ini....”
Message delivered.....
1 message recceived :
”Sabar dunk...jodoh kita ga’ akan pernah tertukar deh...dia akan datang pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat....saat kita telah menantinya dan dia belum datang juga...itu artinya kita masih punya banyak waktu untuk memperbaiki kualitas hati & diri...karna dia yang akan hadir bisa mjd pelengkap kita"
”Jodoh memang sebuah misteri Illahi…seperti misteri segitiga bermuda Formosa, seperti misteri penyalipan yudas …seperti lenyapnya benua Atlantis dan harta raja Sulaiman.”
Mmm...iya, setiap kita pasti mengiyakannya. Bahwa jodoh adalah sebuah misteri yang unik bagi siapapun.
Sekarang saya mulai dapat menyimpulkan bahwa jodoh kita tidaklah harus berkarakter sama dengan kita. Justru sepertinya kita harus mencari atau bahkan menciptakan perbedaan itu. Perbedaan itu akan menjadi suatu tantangan yang jika kita kelola dengan baik akan menjadi kekuatan terbaik bagi kita. Jadi sebenarnya kita tidak perlu melakukan pendekatan personal dengan seseorang yang merupakan jodoh kita nantinya. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter. Perbedaan itu justru terlihat lebih indah. Iya tentu..karna bagi saya saling memahami dan mengerti antara satu sama lain adalah harmony kehidupan yang sangat indah. Meski perbedaan bisa menjadi potensi konflik bagi siapapun. Dan tentu saja tak akan ada hubungan tanpa konflik. Tapi kedekatan diri denganNya akan mampu mengatasi konflik dengan ending yang sangat bijak.
Bahwa Islam hanya membolehkan taaruf dan mengharamkan sesuatu yang melebihi itu memang benar adanya. Tak perlu adanya penjajakan, tak perlu ada pacaran karna darinya tak kan ada manfaat apapun. Alasan untuk menemukan kecocokan, saling memahami atau apapun sesungguhnya hanya alasan klise yang sebenarnya tak kan berpengaruh apapun terhadap keharmonisan rumah tangga di kemudian hari. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter. Kita hanya perlu menyiapkan kekuatan ruh, hati, jiwa dan fikiran untuk dapat beradaptasi dengan kemungkinan perbedaan yang ada. Kita hanya perlu tau kualitas keimanannya. Karna semakin tinggi keimanan seseorang maka ia akan semakin bijak dan sabar menjalani proses adaptif di kemudian hari, tanpa ada keluh kesah dan tanpa kecewa di hati.
Ehm....jadi berjodoh dengan orang yang baru saja kita kenal atau menerima proses perjodohan??? So what gitu loh?? Tapi : ”Iman ”..harus menjadi sandaran utama kita untuk menentukan pilihan itu...Bagaimana??? setuju???.

” Wallohu ’alam.....mungkin Alloh ingin mengujimu....
Ingin meluruskan setiap jengkal perubahanmu...
Yakin Alloh tak ingin membiarkanmu ”hijrah” hanya karna ”mahluk”.
Sungguh....saya takjub akan ”goresan” Alloh terhadapmu....
Indah...sungguh saya dapat merasakan sentuhanNYa atas mu....”

Persiapan menjadi orang tua

04.34 By ReNi NiNGsiH

Nuwon pangapunten sa’doronge, mohon maaf sebelumnya, izinkan saya berbagi sedikit tentang ‘secuil’ ilmu yang baru saja saya dapatkan dari tempat belajar saya dan dari sebuah buku yang sangat menarik bagi saya. (sstt….ini buku baru saya beli sepekan yang lalu loh….^_^). “ Sharing” ini saya dedikasikan khusus bagi saya dan juga anda yang akan dan sedang menanti amanah baru : menjadi orangtua. Semoga bisa bermanfaat bagi kita, meskipun sederhana dan alakadarnya. Sok...dibaca atuh yah..kang, teteh, aa’,ade’, mas dan mba yu ne...monggo..^_^.

Konon katanya sebagai orang dewasa kita memiliki 3 peran utama bagi anak-anak di sekitar kita. Ketiga peran tersebut yaitu sebagai guru, sebagai orangtua dan sebagai teman bermain baginya. (Nah...bener kan..udah banyak yang tau..., he..he.., ga’ papa yah diinget lagi).

Mereka yang disebut orangtua adalah ayah kandung atau ibu kandung dari seorang anak. Sedangkan guru seringkali diartikan sebagai pengajar dan pendidik di lingkungan sekolah. Padahal sejatinya orangtua juga merupakan guru bagi anak-anaknya. Karna orangtua dan guru memiliki tugas yang sama yaitu mendidik, mengajar sekaligus melatih kemampuan seorang anak. Dalam hal ini ada 3 bagian kecerdasan anak yang harus diasah baik oleh orangtua maupun guru. 3 aspek kecerdasan itu adalah kecerdasan kognitif (otak), kecerdasan afektif (hati) dan kecerdasan Psikomotorik (tubuh).

Nah, mengajar adalah proses merubah anak dari ’tidak tau’ menjadi ’tau’, sisi kecerdasan yang diasah adalah kognitif (otak) si anak. Klo’ mendidik adalah proses merubah anak dari ’tidak mau’ menjadi ’mau’, sisi kecerdasan yang diasah adalah afektif (hati) si anak. Sedangkan melatih adalah proses merubah anak dari ’tidak bisa’ menjadi ’bisa’, sisi kecerdasan yang diasah adalah psikomotorik (tubuh).

Peran yang terakhir adalah kita sebagai teman bermain bagi anak-anak kita. Bagi anak bermain selain tuntutan naluri juga merupakan pekerjaan yang utama baginya. Karena mereka belajar banyak hal dalam bermain, baik ketrampilan motorik kasar, motorik halus, komunikasi, maupun pengembangan semua sisi multiple intellegence. Orangtua yang kreatif adalah mereka yang dapat menjadikan aktifitas sehari-hari sebagai bagian dari permainan. Menjadi teman bermain untuknya?? Sepertinya sederhana dan bisa dilakukan oleh setiap orangtua. Tapi pada kenyataannya masih banyak orangtua yang menyediakan waktu khusus untuk menemani anaknya bermain, terutama seorang ayah. Karna sebagian besar waktunya untuk bekerja sehingga waktunya dirumah dimaksimalkan untuk melepas lelah baginya. Sehingga seringkali peran orangtua didominansi olegh seorang ibu. Padahal sejatinya seorang ibu dan ayah memiliki peran yang sama dan seimbang.

Menurut Ida Nurlaila dalam bukunya Menyayangi Anak Sepenuh Hati (2008), bahwa seorang pengajar, pendidik sekaligus pelatih bagi anak-anak, harus memiliki karakteristik dasar sebagai berikut :

Ikhlas
Semua amal kita untuk Allah semata. Mendidik anak juga merupakan salah satu amal terbaik. Mendidik anak sebagai amanah Allah dan kita jadikan sebagai anak sholeh untuk menjalankan perintah Alloh dan membela agamaNya. Tanpa mengharapkan pamrih duniawi. Bukan untuk kebesaran dan kemuliaan kita sendiri.

Takwa
Meraih status tertinggi di sisi Alloh dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.
Ilmu
Kita harus membekali diri dengan ilmu dan ketrampilan. Misalnya dengan mengikuti parenting training, membeli buku-buku pendidikan anak, berlangganan majalah keluarga, dan lain sebagainya.

Penyabar
Kesabaran tidak memiliki batas. Ia mengalir dalam setiap situasi dan keadaan yang segala bentuknya, mulai dari senyuman hingga saatnya harus menghukum anak.
Rasa tanggungjawab
Meliputi tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat serta tanggung jawab kepada Alloh untuk merawat titipsnNya dan menggembalikan kepada Alloh dalam keadaan fitrahnya.

Kasih sayang
Hanya kasih sayang yang membuat seseorang bertahan untuk mencintai anak tanpa henti. Seperti apapun anak kita atau bagaimanapun prilakunya.

Yuk..kita jenguk hati dan diri kita !, Bila ternyata kita belum sepenuhnya memiliki karakter diri sebagi orangtua. Bukankan wajar jika hingga saat ini Alloh belum menghendaki ”hadirnya” di antara kita. Karna kehadirannya bukan hanya sekedar ’meramaikan’ rumah kita kan?? Menurut anda gimana??

Februari terindah baginya . . . ^_^

04.33 By ReNi NiNGsiH

Ahad, 14 Februari 2010
Hari yang begitu menyejarah baginya : mba’ ku yang sholihat, Mbak Iis. Mbakku yg sll mjd “ojek” aku ketika aku nebeng pulang pergi, saat ada jadwal pengajian rutin. Mbak yg sll langganan pecelnya emakku setiap pagi, hehehehe

Hari yang menjadi saksi atas genapnya dien dua jiwa. Hari bahagia yang menghalalkan ikatan cinta antara 2 hati. Hari yang pernikahannya....., Alhamdulillah......

Dua hati menyatu kini..
Di dalam ikatan yang suci, ntuk mengikuti sunah nabi..
Berharap ridho Ilahi..
Semoga akan terciptakan keluarga penuh kasih sayang
Seperti yang pernh disampaikan Rasulullah tentang keluarganya.

Saat dua hati berjanji …
Tuk arungi hidup di jalanNya..
Alloh kan berkahi mereka
Kala dalam do’a, kala dalam asa.

Menjadilah mentari bening pagi terangi bumi terangi hati
Menjadilah keheningan malam, kala berjuta insan larut dalam do’a
Selamat datang di duniamu yg baru... terhanturkan do’a : semoga mjd keluarga yg sakinah, mawaddah, warohmah dan bisa mencontoh keluarga Rosululloh SAW yg teramat harmonis smp akhir hayat...^_^

Barokallahu laka wabaraka’ alaika wa jama’a bainakuma fii khoir (semoga Alloh mencurahkan keberkahan atasmu dan semoga Dia mempersatukan kamu berdua di dalam kebaikan). (HR Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).


Kediri, Februari 2010.
Untuk kesekian kalinya aku menangis bahagia......

13 hal yg disukai pria dari wanita

04.32 By ReNi NiNGsiH

(Oleh: Mochamad Bugi)

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri/disukai. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.


1. Karena akidahnya yang Shahih

Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)

2. Karena paham agama dan mengamalkannya

Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).

Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

3. Dari keturunan yang baik

Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)

Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)

Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”

4. Masih gadis

Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”

Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”

5. Sehat jasmani dan penyayang

Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).

Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)

6. Berakhlak mulia

Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”

7. Lemah-lembut

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”

8. Menyejukkan pandangan

Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)

“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.

Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”

9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”

Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)

Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)

10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”

11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

12. Pandai bersyukur kepada suami

Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).

13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”

Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”

Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

For my super Emak 'n Bapakku nun jauh disana . .

04.31 By ReNi NiNGsiH

Emak bapak yang tercinta maafkan aku yang tak pandai membahagiakanmu.
Di usia tuamu, masih saja kalian mengelus dada atas sikap-sikap dan perkataanku.
Emak bapak, maafkan aku yang sering tidak ada di samping kalian.
Maaafkan aku yang sibuk bekerja tapi tak juga membahagiakan kalian dengan materi yang cukup.
Emak bapak, maafkan anakmu yang tak pandai berbakti kepada kalian.
Emak bapak, maafkan aku...
Anakmu hanya bisa merangkai doa kepada Allah setiap hari agar kalian selalu diberi kesabaran dan kemudahan.
didunia ini orang yang paling sempurna,terindah dalam hidupku
hanyalah engkau
didalam hatiku hanya ada engkau
Emak bapak …
Demi Hidup kalian merelakan harga diri
Demi Hidupku kalian mengorbankan Perasaan hingga segalanya
Emak bapak …
Terima kasih …
Aku takkan rela jika Aku tiada Bahagiakan kalian!!!
Amin

Bidadari Cemburu

04.31 By ReNi NiNGsiH

Seorang manusia bergelar nabi, manusia lelaki pertama dicipta Allah, pernah menghuninya. Dia dimuliakan oleh semua makhluk termasuk malaikat, atas perintah Allah. Dia bebas menelurusi setiap ceruk menikmati keindahan yang tidak terperi. Namun ditengah keindahan syurga, jauh di sudut hatinya masih ada suatu kekosongan. Mengapa? Kerana tiada wanita menemaninya dalam menikmati keindahan syurga! Maka diciptakannya wanita sebagai pelengkap kepada nikmat syurgawi.

Syurga masih terasa kurang lengkap tanpa wanita. Bidadari yang cantik jelita juga adalah wanita. Kalau begitu, boleh meriahkah dunia ini tanpa wanita? Setiap akal dan hati tahu jawapannya. Ya……tanpa wanita, sunyi sepilah dunia.

Perhiasan adalah suatu yang menambah seri suasana, menyejukkan hati dan mata. Seperti mana sejuknya hati dan mata apabila melihat bunga, demikianlah hati apabila melihat perhiasan. Tapi, kenapa tidak semua wanita menyejukkan hati sedangkan ia diciptakan sebagai pelengkap kepada perhiasan dunia dan akhirat? Malah, ada wanita yang menjadi punca kemelut dan kacau bilau. Garis pemisahnya ialah sekeping hati yang ia miliki.

Apabila hati diserahkan kepada Allah, kekallah wanita dengan asal penciptaannya iaitu penyejuk mata dan hati.Apabila wanita terus mengikatkan hati kepada zat yang menjadikannya, kekallah ia sebagai perhiasan yang dijaga rapi. Redup wajahnya mengundang pembelaan dari hati yang menjadi hamba Tuhan dan kerendahan hati yang tunduk kepada syariat meletakkan ia sentiasa dalam keredhaan dan perlindungan dari Zat Yang Maha Agung. Inilah wanita sejati bergelar wanita solehah seperti yang digambarkan oleh Rasullullah:

" Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita solehah."

Di dunia lagi bidadari mencemburui kesolehannya dan di akhirat bidadari sudi menjadi khadamnya.

Sebaliknya, jika hati dibawa jauh dari Allah, hilanglah kejernihan wajah dan jadilah dia duri yang menjadi punca kemelut serta kacau bilau. Apabila wanita lari dari ikatan Tuhan, maka terbukalah segala pintu yang akan menjerumuskannya ke lembah fitnah kehinaan. Hilanglah redup wajah yang menjadi dambaan dan yang terserlah ialah kecantikan palsu yang menanti untuk dieksploitasi oleh manusia buas yang menjadi hamba nafsu.

Ibarat bunga sejati dan bunga plastik. Jika bunga plastik disembur pewangi, harumnya lebih kuat daripada haruman bunga sejati…tapi haruman itu tidak kekal. Haruman bunga plastik bukan miliknya yang sebenar, ia haruman palsu yang bersifat luaran. Berbeda dengan keharuman bunga sejati yang bersifat dalaman dan kekal. Keharuman bunga sejati tetap kekal dimana saja ia diletakkan, di jambangan ataupun sekadar tumbuh di pingggir belantara. Sebaliknya bunga plastik tetap kaku, haruman palsunya akan semakin hilang walaupun tersusun indah di jambangan emas.

Wanita solehah yang hatinya terikat dengan Allah-si gadis dihiasi sifat sopan dan malu; si anak mentaati ibu bapa; srikandi dihiasi keberanian dan ketegasan yang penuh kesopanan serta prihatin terhadap suasana masyarakat; si isteri penuh ketaatan, kesetiaan dan kasih terhadap suami. Semuanya berteraskan rasa cinta kepada Yang Maha Pencipta. Berbahagialah kaum Adam yang berjaya memiliki `perhiasan' sejati ini kerana pastinya hidup akan terarah ke syurga. Syurga dunia yang disegerakan dan syurga hakiki yang kekal abadi.

Seorang wanita yang hatinya jauh dari Tuhan masih mampu menjadi perhiasan dunia yang digilai oleh segenap lelaki. Kecantikan dan lentoknya menjadikan hati lelaki tunduk semahu-mahunya sehingga sangggup berkorban segala-galanya-sutau perhambaan yang tersirat. Terpenjaralah hati kaum Adam yang memilih perhiasan`palsu' ini.
Hati menjadi sempit dan di akhirat terseksa tanpa batas!

Wanita boleh memilih untuk menjadi `bunga sejati'. Wanita solehah yang membawa ketenangan. Wanita juga boleh memilih untuk menjadi `bunga plastik'. Wanita yang mengundang kemelut, kacau bilau dan kehancuran. Kita sentiasa ada pilihan… maka pilihlah. Kita hanya akan layak menjadi `bunga sejati' jika hati tunduk kepada Tuhan. Bagaimanapun, Tuhan tidak pernah memaksa. Dia tetap agung walaupun kita sebagai hamba terus derhaka…Maha suci Allah yang telah memuliakan kita sebagai wanita. Daripadanya kita datang dan kepada-Nya kita akan kembali.

Sabda Rasullulah s.a.w yang bermaksud:
"Hendaklah kamu menasihati para wanita dengan sebaik mungkin, kerana sesungguhnya wanita itu dijadikan daripada tulang rusuk, sesungguhnya bahagian yang paling bengkok pada tulang itu ialah yang di sebelah atasnya; apabila kamu mahu meluruskannya patahlah ia, dan sekiranya kamu membiarkannya kekallah ia dalam keadaan bengkok. Oleh itu tolonglah kamu nasihati para wanita dengan sebaik-baiknya"
(Riwayat Bukhari, Muslim dan abu Hurairah)

Penting untuk kaum hawa

04.30 By ReNi NiNGsiH

Cek hiegienis produk napkin yang Anda pakai!! Karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!!!! Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah.

Cara pengecekan:

1. Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya.

2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.

3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.

4. Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih).

5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean).

6. Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah:

- Keputihan

- Gatal-gatal

- Iritasi

- dan lain-lain.


Buat Yg cowok, plsss:
- Tell u'r mom
- Tell u'r sis
- Tell u'r wife
- Tell u'r grand ma
- Tell u'r lain lain dah

Kisah Fathimah Az_zahra r.a & Sayyidina Ali

04.30 By ReNi NiNGsiH

Cinta adalah hal fitrah yang tentu saja dimiliki oleh setiap orang,
namun bagaimanakah membingkai perasaan tersebut
agar bukan Cinta yang mengendalikan Diri kita
Tetapi Diri kita yang mengendalikan Cinta

Mungkin cukup sulit menemukan teladan dalam hal tersebut
disekitar kita saat ini
Walaupun bukan tidak ada..
barangkali, kita saja yang tidak mengetahui saking rapatnya dikendalikan

Tapi,
kebanyakan justru yang tampak ke permukaan adalah yang justru seharusnya tidak kita contoh
Kekurangan teladan?
Mungkin..

Dan inilah fragmen dari Khalifah ke-4, Suami dari Putri kesayangan Rasulullahtentang membingkai perasaan dan
Bertanggung jawab akan perasaan tersebut
“Bukan janj-janji”



Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.
Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.
Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.
Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercayatak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.
Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.
Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.
Kedudukan di sisi Nabi?
Abu Bakr lebih utama,
mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali,
namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.
Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya...
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..
Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.
Lamaran Abu Bakr ditolak.
Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.
Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.
Setelah Abu Bakr mundur,
datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa,seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,
seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibn Al Khaththab.
Ya, Al Faruq,
sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.
’Umar memang masuk Islam belakangan,
sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.
Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?
Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?
Dan lebih dari itu,
’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,
”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.
’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.
Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam.
Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.
Menanti dan bersembunyi.
’Umar telah berangkat sebelumnya.
Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.
”Wahai Quraisy”, katanya.
”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.
Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”
’Umar adalah lelaki pemberani.
’Ali, sekali lagi sadar.
Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.
Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.
’Umar jauh lebih layak.
Dan ’Ali ridha..

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan..
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak.
Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?
Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?
Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?
Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.
Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?
Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?
Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.
”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi.Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.
Ya, menikahi.
Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya.
Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?
Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?
Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.
”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.
Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.
Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.
Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”
Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.
Dan ia pun bingung.
Apa maksudnya?
Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.
Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.
Mungkin tidak sekarang.
Tapi ia siap ditolak.
Itu resiko.
Dan kejelasan jauh lebih riDan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab.
Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.
Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..”
”Apa maksudmu?”
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,
”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!
Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.
Dengan menggadaikan baju besinya.
Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.
Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah..
Dengan keberanian untuk menikah.
Sekarang.
Bukan janji-janji dan nanti-nanti.
’Ali adalah gentleman sejati.
Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,
“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Inilah jalan cinta para pejuang.
Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.
Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Seperti ’Ali.
Ia mempersilakanAtau mengambil kesempatan.
Yang pertama adalah pengorbanan.
Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi,

dalam suatu riwayat dikisahkan

bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)

Fathimah berkata kepada ‘Ali,

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kisah ini disampaikan disini,bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis-an

Kisah ini disampaikan

agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah

bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi

dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu

Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba..

Surat Untuk Calon Suamiku

04.29 By ReNi NiNGsiH

Assalamu’alaykum…


apa kabar buat calon suamiku. Semoga Allah sentiasa
merahmati dan memberkati dirimu yang tidak pernah kutemui, namun doaku tidak
pernah putus mengiringi setiap langkahmu demi meraih keridhaanNya
Rasulullah SAW pernah bersabda: "Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang
solehah,"
Alhamdulillah, itulah anjuran Islam melalui Rasulullah SAW yang kita cintai.
Pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga rumah tangga
muslim yang bakal dibina saat menikah nanti.

Wahai calon suamiku,
"Dinikahi seorang wanita karena empat perkara, karena hartanya,
keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah agamannya, maka
beruntunglah kedua tanganmu".
Itulah sebuah pijakan utama buatmu memilih calon isteri. Sebuah pijakan
tama itu telah menjadi hafalanku sejak aku beranjak dewasa (baca; baligh).

Wahai calon suamiku,
Jika harta yang engkau idamkan, maka ketahuilah diriku bukanlah orang yang
berada. Tiada harta yang dapat kupersembahkan dalam ijab-kabul kita nanti.
Tiada harta sebagai jaminan bahwa engkau akan menikmati sedikit kesenangan
apabila ijab-kabul telah dilafazkan.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang berfikir". (QS Ar Ruum: 21)
Jika keturunan yang engkau dambakan, ketahuilah bahwa aku hanyalah manusia
biasa dari keluarga yang biasa pula. Namun apa yang pasti. Aku adalah
keturunan yang mulia, ayahanda adalah Nabi Adam as dan bunda Siti Hawa as,
sama seperti mu.
"…Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang
yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi
pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari
Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin
bertawakkal. (QS. Ali Imran: 159-160)
Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahwa
engkau juga tidak terlepas seperti manusia yang lainnya. Ketahuilah wahai
calon suamiku, jika kecantikan itu yang engkau inginkan dari diriku, maka
engkau telah salah langkah.
Tiada kecantikan yang terlihat orang lain yang dapat kupertontonkan padamu.
Telah aku hijabkan (baca; jilbab) kecantikan diriku ini dengan amalan
ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Engkau hanya akan sia-sia jika
hanya menginginkan kecantikan lahiriah semata.
Dan aku tidak dapat menjanjikan, bahwa aku mampu membahagiakan rumahtangga
kita nantinya, karena aku memerlukan engkau untuk bersamaku untuk menegakkan
dakwah islam ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk
membangunkan sebuah markaz dakwah dan tarbiyah islamiyah ke arah jihad
hambaNya kepada Penciptanya yang agung, Allahu Rabbi.
Mencari ilmu agama secara bersama, marilah kita jadikan pernikahan ini
sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu
agama, tetapi berbekal ilmu agama yang ada ini, aku ingin menjadi isteri
yang sentiasa mendapat keridhaan dari Allah dan suamiku.
Hal itu tak lain untuk memudahkan aku membentuk rumah tangga muslim antara
aku, engkau dan anak-anak kita nantinya untuk dibina dan diberikan
pendidikan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Aku pun hanya akan bercita-cita
untuk bisa bergelar pendamping solehah bagi sang suami, seperti yang
dijanjikan Rasulullah SAW.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan
kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan
dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang
banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS An Nisa: 1)

Calon Suamiku yang dirahmati Allah
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
harta mereka". (QS. An Nisaa: 34.)
Aku yakin bahawa engkau adalah pemimpin untuk diriku dan anak-anakku sebagai
pewaris dakwah Islam. Maka, jadikanlah pernikahan ini nantinya sebagai asas
pembangunan iman, bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan
ikatan pernikahan sebagai hawa nafsu semata.
Semoga diriku dan dirimu sentiasa didampingi rahmat dan keridhaanNya.
Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan nilai kesabaran, dan ketabahan. Semoga
kita akan menjadi salah satu daripada jamaah menuju ke syurga, insya Allah.
Ketahuilah wahai calon suamiku, bahwa aku tidak pernah mendambakan mas
khawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai arti kita
dipertemukan Allah atas dasar agama.
Cukuplah seandainya, maharku adalah sebuah qalam mulia, Al-Quran, karena aku
meyakini qalam itu mampu memimpin rumahtangga kita untuk meraih keridhaanNya
bukan kekayaan dunia yang bersifat hanya sementara.
Bantulah aku dalam memperjuangkan dakwah Allah ini melalui pernikahan,
karena ia adalah tempat untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku,
insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang
sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada harta duniawi yang ingin kau
sediakan untukku.

Kutitipkan sebagian dari pengetahuanku melalui buku "Jalan Dakwah" karya
Syaikh Mustafa Masyhur, yang tidak lagi berwujud keborosan dan kebakhilan
karena semuanya berada di dalam sikap qana?ah (berpuas hati dengan apa yang
ada), ridha dan yakin.

Wahai calon suamiku,
Lihatlah rumahtangga Rasulullah SAW, terkadang sebulan pernah dapurnya tidak
berasap karena tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Namun, walau
begitu susahnya, rumahtangga Rasulullah SAW tetap menjadi rumahtangga yang
paling bahagia, yang tidak ada bandingnya hingga hari ini.

Terlalu panjang rasanya aku mencoretkan surat ini. Cukup dahulu aku buat
surat ini, andai diizinkan aku akan kembali menitipkankan lagi kiriman
bertintakan hati ini. Akhirnya, saya mohon maaf, biarlah rindu ini
ditumpahkan dalam tinta daripada jemu tatkala kita disatukan.

Wassalam

Detik-detik Rasulullah SAW menjelang sakratul maut

04.28 By ReNi NiNGsiH

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.

Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

* * *
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.