Jendela Hati
Aku ingin hidup secerah mentari
Yang menyinar di kamar hatiku
Aku ingin seriang kicauan burung yang terdengar di jendela kehidupan
Aku ingin segala-galanya damai penuh mesra menggugah ceria
Aku ingin menghapus duka nan lara mengobat rindu di dalam dada
Sedamai pantai yang memutih
Alloh ya Alloh
sebersih tetesan embunan pagi
Dan ukhuwah ini pasti berputih
Menghiasi taman kasih yang harmoni
Seharum kasturi seindah pelangi segalanya bermula
Dihati
Seharum kasturi seindah pelangi segalanya bermula
Disini
(harmoni)
Belum datangkah waktunya untuk orang orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat ALLOH dan kepada kebenaran yang telah diturunkan kepada mereka ,dan janganlah seperti orang-orang sebelumnya telah diturunkan alkitab kemudian masa yang panjang atas mereka,lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik
(Al-hadid 16)
Masihkah kau terlena dengan tipuan dunia dan bersikap manja,sedangkan saudari2mu disana berlomba tuk raih syuhada?
Masihkah kau bisa bergurau bercanda sedangkan kehidupan ini hanya sebentar saja?
Masikah kau bermalas-malasan sedangkan ada hari pertanggungjawaban yang menanti?
Duhai ukhti ikutilah jalan para srikandi yang berdiri tegar di jalan para pejuang,dengan penuh kelembutan dan segenap keberanian dengan rasa malu yang masih tersimpan namun sisingkan lengan dan melangkah mantap dalam perjuangan.
Kita kan berjuang walau panas ditapak,berat di pundak,kering dihembus,perih di pandang,kita terus berjalan hinnga kelak kan terjawab”mengapa perjuangan itu pahit?”…”karena surga itu manis.
Cantik wanita itu …
Cantiknya seorang wanita itu, sebagai gadis bukan kerana merah kilau lipstik pada bibir mekar senyum kosmetik
Cantik seorang wanita itu, sebagai remaja bukan pada kemulusan kulit
Cantik seorang wanita itu, sebagai Hawa bukan karena memikat dan meruntuhkan keimanan kaum adam
Cantik seorang wanita itu, sebagai anak yakni menjadi anak yang berbakti.
Cantik seorang wanita itu, sebagai kakak ato adek adalah yang menyayangi saudaranya sepenuh hati
Cantik seorang wanita itu, sebagai isteri yakni menjadi pendamping suami nan setia,seiya sekata berjuang bersama menjadikan rumah sebagai baiti janati.penyejuk mata,penawar hati,penajam pikiran di rumah istri di jalanan kawan(ini mah lirik nasyidnya the zikr)
Cantik seorang wanita itu, sebagai menantu menjauhi persekongkolan dengan ipar
Cantik seorang wanitaitu, sebagai ibu mendidik putra putrinya sebagai mujahid sejati
Cantik seorang wanita itu, sebagai mertua telus hati memberi kasih pada semua
Cantik seorang wanita itu, sebagai nenek memberi contoh teladan buat cucu-cicit
Cantik seorang wanita itu, sebagai warganegara peka membela nasib dan maruah negara
Cantik seorang wanita itu, sebagai warga tua menghitung hari dengan selembar mashaf
Cantik seorang wanita itu, sebagai intelektualis menyala obor mewangi setanggi profesionalis
Cantik seorang wanita itu, sebagai akidah solehah mengandam rindu kekasih pasrah di atas sejadah

0 komentar:
Posting Komentar