Rencana Alloh pasti indah

Kamis, 22 April 2010 04.35 By ReNi NiNGsiH

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang
menyulam sehelai kain.
Aku yang sedang bermain dilantai, melihat ke
atas
dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia
menerangkan
bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai
kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa
yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.

Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata
dengan lembut:
"Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu
menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah
selesai,
kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas
pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini
dari atas. "Aku heran, mengapa ibu menggunakan
benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut
pandanganku.


Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu
memanggil," Anakku, mari kesini, dan duduklah di
pangkuan ibu."
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum
melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar
belakang pemandangan matahari yang sedang
terbit,
sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya
melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat
hanyalah benang- benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata,"Anakku, dari bawah memang
nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak
menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada
gambar
yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya
mengikutinya.

Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat
melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke
atas
dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang
Engkau lakukan?" Ia menjawab :
" Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku
membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,
benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa
tidak
semuanya memakai warna yang cerah? "Kemudian
Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan
pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan
pekerjaanKu dibumi ini.


Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga
dan
mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan
melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.


"Subhanallah...

Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat
indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.
Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan
mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar
dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan
hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.

Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka
pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha
pengatur segala sesuatu di alam ini.
Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun
manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai
keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. Mari
kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

Wassalamualaikum wr wb.

Silahkan Anda memforward msg ini ke orang lain,
yang anda cintai dan teman-teman Anda, bagi dan
berikanlah yang terbaik untuk mereka.


"Waktu itu secepat perjalanan awan. Maka
barangsiapa waktunya senantiasa berada di jalan-
NYA, maka waktu itu menjadi nafas dan umurnya"

Tentang jodoh

04.34 By ReNi NiNGsiH

”Kak... calon suami Qta sedang apa yah?...knp tak kunjung datang juga..:)? Sungguh hati ini begitu telah merindukan hadirnya...ingin segera mencium punggung tangannya...ingin segera berbakti kepadanya...ingin segera membasuh peluh2 perjuangannya..ingin segera menggenapkan setengah dien ini....”
Message delivered.....
1 message recceived :
”Sabar dunk...jodoh kita ga’ akan pernah tertukar deh...dia akan datang pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat....saat kita telah menantinya dan dia belum datang juga...itu artinya kita masih punya banyak waktu untuk memperbaiki kualitas hati & diri...karna dia yang akan hadir bisa mjd pelengkap kita"
”Jodoh memang sebuah misteri Illahi…seperti misteri segitiga bermuda Formosa, seperti misteri penyalipan yudas …seperti lenyapnya benua Atlantis dan harta raja Sulaiman.”
Mmm...iya, setiap kita pasti mengiyakannya. Bahwa jodoh adalah sebuah misteri yang unik bagi siapapun.
Sekarang saya mulai dapat menyimpulkan bahwa jodoh kita tidaklah harus berkarakter sama dengan kita. Justru sepertinya kita harus mencari atau bahkan menciptakan perbedaan itu. Perbedaan itu akan menjadi suatu tantangan yang jika kita kelola dengan baik akan menjadi kekuatan terbaik bagi kita. Jadi sebenarnya kita tidak perlu melakukan pendekatan personal dengan seseorang yang merupakan jodoh kita nantinya. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter. Perbedaan itu justru terlihat lebih indah. Iya tentu..karna bagi saya saling memahami dan mengerti antara satu sama lain adalah harmony kehidupan yang sangat indah. Meski perbedaan bisa menjadi potensi konflik bagi siapapun. Dan tentu saja tak akan ada hubungan tanpa konflik. Tapi kedekatan diri denganNya akan mampu mengatasi konflik dengan ending yang sangat bijak.
Bahwa Islam hanya membolehkan taaruf dan mengharamkan sesuatu yang melebihi itu memang benar adanya. Tak perlu adanya penjajakan, tak perlu ada pacaran karna darinya tak kan ada manfaat apapun. Alasan untuk menemukan kecocokan, saling memahami atau apapun sesungguhnya hanya alasan klise yang sebenarnya tak kan berpengaruh apapun terhadap keharmonisan rumah tangga di kemudian hari. Karna kita tak perlu mencari kecocokan sikap dan karakter. Kita hanya perlu menyiapkan kekuatan ruh, hati, jiwa dan fikiran untuk dapat beradaptasi dengan kemungkinan perbedaan yang ada. Kita hanya perlu tau kualitas keimanannya. Karna semakin tinggi keimanan seseorang maka ia akan semakin bijak dan sabar menjalani proses adaptif di kemudian hari, tanpa ada keluh kesah dan tanpa kecewa di hati.
Ehm....jadi berjodoh dengan orang yang baru saja kita kenal atau menerima proses perjodohan??? So what gitu loh?? Tapi : ”Iman ”..harus menjadi sandaran utama kita untuk menentukan pilihan itu...Bagaimana??? setuju???.

” Wallohu ’alam.....mungkin Alloh ingin mengujimu....
Ingin meluruskan setiap jengkal perubahanmu...
Yakin Alloh tak ingin membiarkanmu ”hijrah” hanya karna ”mahluk”.
Sungguh....saya takjub akan ”goresan” Alloh terhadapmu....
Indah...sungguh saya dapat merasakan sentuhanNYa atas mu....”

Persiapan menjadi orang tua

04.34 By ReNi NiNGsiH

Nuwon pangapunten sa’doronge, mohon maaf sebelumnya, izinkan saya berbagi sedikit tentang ‘secuil’ ilmu yang baru saja saya dapatkan dari tempat belajar saya dan dari sebuah buku yang sangat menarik bagi saya. (sstt….ini buku baru saya beli sepekan yang lalu loh….^_^). “ Sharing” ini saya dedikasikan khusus bagi saya dan juga anda yang akan dan sedang menanti amanah baru : menjadi orangtua. Semoga bisa bermanfaat bagi kita, meskipun sederhana dan alakadarnya. Sok...dibaca atuh yah..kang, teteh, aa’,ade’, mas dan mba yu ne...monggo..^_^.

Konon katanya sebagai orang dewasa kita memiliki 3 peran utama bagi anak-anak di sekitar kita. Ketiga peran tersebut yaitu sebagai guru, sebagai orangtua dan sebagai teman bermain baginya. (Nah...bener kan..udah banyak yang tau..., he..he.., ga’ papa yah diinget lagi).

Mereka yang disebut orangtua adalah ayah kandung atau ibu kandung dari seorang anak. Sedangkan guru seringkali diartikan sebagai pengajar dan pendidik di lingkungan sekolah. Padahal sejatinya orangtua juga merupakan guru bagi anak-anaknya. Karna orangtua dan guru memiliki tugas yang sama yaitu mendidik, mengajar sekaligus melatih kemampuan seorang anak. Dalam hal ini ada 3 bagian kecerdasan anak yang harus diasah baik oleh orangtua maupun guru. 3 aspek kecerdasan itu adalah kecerdasan kognitif (otak), kecerdasan afektif (hati) dan kecerdasan Psikomotorik (tubuh).

Nah, mengajar adalah proses merubah anak dari ’tidak tau’ menjadi ’tau’, sisi kecerdasan yang diasah adalah kognitif (otak) si anak. Klo’ mendidik adalah proses merubah anak dari ’tidak mau’ menjadi ’mau’, sisi kecerdasan yang diasah adalah afektif (hati) si anak. Sedangkan melatih adalah proses merubah anak dari ’tidak bisa’ menjadi ’bisa’, sisi kecerdasan yang diasah adalah psikomotorik (tubuh).

Peran yang terakhir adalah kita sebagai teman bermain bagi anak-anak kita. Bagi anak bermain selain tuntutan naluri juga merupakan pekerjaan yang utama baginya. Karena mereka belajar banyak hal dalam bermain, baik ketrampilan motorik kasar, motorik halus, komunikasi, maupun pengembangan semua sisi multiple intellegence. Orangtua yang kreatif adalah mereka yang dapat menjadikan aktifitas sehari-hari sebagai bagian dari permainan. Menjadi teman bermain untuknya?? Sepertinya sederhana dan bisa dilakukan oleh setiap orangtua. Tapi pada kenyataannya masih banyak orangtua yang menyediakan waktu khusus untuk menemani anaknya bermain, terutama seorang ayah. Karna sebagian besar waktunya untuk bekerja sehingga waktunya dirumah dimaksimalkan untuk melepas lelah baginya. Sehingga seringkali peran orangtua didominansi olegh seorang ibu. Padahal sejatinya seorang ibu dan ayah memiliki peran yang sama dan seimbang.

Menurut Ida Nurlaila dalam bukunya Menyayangi Anak Sepenuh Hati (2008), bahwa seorang pengajar, pendidik sekaligus pelatih bagi anak-anak, harus memiliki karakteristik dasar sebagai berikut :

Ikhlas
Semua amal kita untuk Allah semata. Mendidik anak juga merupakan salah satu amal terbaik. Mendidik anak sebagai amanah Allah dan kita jadikan sebagai anak sholeh untuk menjalankan perintah Alloh dan membela agamaNya. Tanpa mengharapkan pamrih duniawi. Bukan untuk kebesaran dan kemuliaan kita sendiri.

Takwa
Meraih status tertinggi di sisi Alloh dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya.
Ilmu
Kita harus membekali diri dengan ilmu dan ketrampilan. Misalnya dengan mengikuti parenting training, membeli buku-buku pendidikan anak, berlangganan majalah keluarga, dan lain sebagainya.

Penyabar
Kesabaran tidak memiliki batas. Ia mengalir dalam setiap situasi dan keadaan yang segala bentuknya, mulai dari senyuman hingga saatnya harus menghukum anak.
Rasa tanggungjawab
Meliputi tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat serta tanggung jawab kepada Alloh untuk merawat titipsnNya dan menggembalikan kepada Alloh dalam keadaan fitrahnya.

Kasih sayang
Hanya kasih sayang yang membuat seseorang bertahan untuk mencintai anak tanpa henti. Seperti apapun anak kita atau bagaimanapun prilakunya.

Yuk..kita jenguk hati dan diri kita !, Bila ternyata kita belum sepenuhnya memiliki karakter diri sebagi orangtua. Bukankan wajar jika hingga saat ini Alloh belum menghendaki ”hadirnya” di antara kita. Karna kehadirannya bukan hanya sekedar ’meramaikan’ rumah kita kan?? Menurut anda gimana??

Februari terindah baginya . . . ^_^

04.33 By ReNi NiNGsiH

Ahad, 14 Februari 2010
Hari yang begitu menyejarah baginya : mba’ ku yang sholihat, Mbak Iis. Mbakku yg sll mjd “ojek” aku ketika aku nebeng pulang pergi, saat ada jadwal pengajian rutin. Mbak yg sll langganan pecelnya emakku setiap pagi, hehehehe

Hari yang menjadi saksi atas genapnya dien dua jiwa. Hari bahagia yang menghalalkan ikatan cinta antara 2 hati. Hari yang pernikahannya....., Alhamdulillah......

Dua hati menyatu kini..
Di dalam ikatan yang suci, ntuk mengikuti sunah nabi..
Berharap ridho Ilahi..
Semoga akan terciptakan keluarga penuh kasih sayang
Seperti yang pernh disampaikan Rasulullah tentang keluarganya.

Saat dua hati berjanji …
Tuk arungi hidup di jalanNya..
Alloh kan berkahi mereka
Kala dalam do’a, kala dalam asa.

Menjadilah mentari bening pagi terangi bumi terangi hati
Menjadilah keheningan malam, kala berjuta insan larut dalam do’a
Selamat datang di duniamu yg baru... terhanturkan do’a : semoga mjd keluarga yg sakinah, mawaddah, warohmah dan bisa mencontoh keluarga Rosululloh SAW yg teramat harmonis smp akhir hayat...^_^

Barokallahu laka wabaraka’ alaika wa jama’a bainakuma fii khoir (semoga Alloh mencurahkan keberkahan atasmu dan semoga Dia mempersatukan kamu berdua di dalam kebaikan). (HR Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).


Kediri, Februari 2010.
Untuk kesekian kalinya aku menangis bahagia......

13 hal yg disukai pria dari wanita

04.32 By ReNi NiNGsiH

(Oleh: Mochamad Bugi)

Cinta adalah fitrah manusia. Cinta juga salah satu bentuk kesempurnaan penciptaan yang Allah berikan kepada manusia. Allah menghiasi hati manusia dengan perasaan cinta pada banyak hal. Salah satunya cinta seorang lelaki kepada seorang wanita, demikian juga sebaliknya.

Islam sebagai syariat yang sempurna, memberi koridor bagi penyaluran fitrah ini. Apalagi cinta yang kuat adalah salah satu energi yang bisa melanggengkan hubungan seorang pria dan wanita dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Karena itu, seorang pria shalih tidak asal dapat dalam memilih wanita untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Ada banyak faktor yang bisa menjadi sebab munculnya rasa cinta seorang pria kepada wanita untuk diperistri/disukai. Setidak-tidaknya seperti di bawah ini.


1. Karena akidahnya yang Shahih

Keluarga adalah salah satu benteng akidah. Sebagai benteng akidah, keluarga harus benar-benar kokoh dan tidak bisa ditembus. Jika rapuh, maka rusaklah segala-galanya dan seluruh anggota keluarga tidak mungkin selamat dunia-akhirat. Dan faktor penting yang bisa membantu seorang lelaki menjaga kekokohan benteng rumah tangganya adalah istri shalihah yang berakidah shahih serta paham betul akan peran dan fungsinya sebagai madrasah bagi calon pemimpin umat generasi mendatang.

Allah menekankah hal ini dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah: 221)

2. Karena paham agama dan mengamalkannya

Ada banyak hal yang membuat seorang lelaki mencintai wanita. Ada yang karena kemolekannya semata. Ada juga karena status sosialnya. Tidak sedikit lelaki menikahi wanita karena wanita itu kaya. Tapi, kata Rasulullah yang beruntung adalah lelaki yang mendapatkan wanita yang faqih dalam urusan agamanya. Itulah wanita dambaan yang lelaki shalih.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, ambillah wanita yang memiliki agama (wanita shalihah), kamu akan beruntung.” (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga menegaskan, “Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang paling baik adalah wanita yang shalihah.” (Muslim, Ibnu Majah, dan Nasa’i).

Jadi, hanya lelaki yang tidak berakal yang tidak mencintai wanita shalihah.

3. Dari keturunan yang baik

Rasulullah saw. mewanti-wanti kaum lelaki yang shalih untuk tidak asal menikahi wanita. “Jauhilah rumput hijau sampah!” Mereka bertanya, “Apakah rumput hijau sampah itu, ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Wanita yang baik tetapi tinggal di tempat yang buruk.” (Daruquthni, Askari, dan Ibnu ‘Adi)

Karena itu Rasulullah saw. memberi tuntunan kepada kaum lelaki yang beriman untuk selektif dalam mencari istri. Bukan saja harus mencari wanita yang tinggal di tempat yang baik, tapi juga yang punya paman dan saudara-saudara yang baik kualitasnya. “Pilihlah yang terbaik untuk nutfah-nutfah kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan (wanita-wanita) dan nikahilah (wanita-wanitamu) kepada mereka (laki-laki yang sepadan),” kata Rasulullah. (Ibnu Majah, Daruquthni, Hakim, dan Baihaqi).

“Carilah tempat-tempat yang cukup baik untuk benih kamu, karena seorang lelaki itu mungkin menyerupai paman-pamannya,” begitu perintah Rasulullah saw. lagi. “Nikahilah di dalam “kamar” yang shalih, karena perangai orang tua (keturunan) itu menurun kepada anak.” (Ibnu ‘Adi)

Karena itu, Utsman bin Abi Al-’Ash Ats-Tsaqafi menasihati anak-anaknya agar memilih benih yang baik dan menghindari keturunan yang jelek. “Wahai anakku, orang menikah itu laksana orang menanam. Karena itu hendaklah seseorang melihat dulu tempat penanamannya. Keturunan yang jelek itu jarang sekali melahirkan (anak), maka pilihlah yang baik meskipun agak lama.”

4. Masih gadis

Siapapun tahu, gadis yang belum pernah dinikahi masih punya sifat-sifat alami seorang wanita. Penuh rasa malu, manis dalam berbahasa dan bertutur, manja, takut berbuat khianat, dan tidak pernah ada ikatan perasaan dalam hatinya. Cinta dari seorang gadis lebih murni karena tidak pernah dibagi dengan orang lain, kecuali suaminya.

Karena itu, Rasulullah saw. menganjurkan menikah dengan gadis. “Hendaklah kalian menikah dengan gadis, karena mereka lebih manis tutur katanya, lebih mudah mempunyai keturunan, lebih sedikit kamarnya dan lebih mudah menerima yang sedikit,” begitu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi.

Tentang hal ini A’isyah pernah menanyakan langsung ke Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah lalu pada lembah itu ada pohon yang belum pernah digembalai, dan ada pula pohon yang sudah pernah digembalai; di manakah engkau akan menggembalakan untamu?” Nabi menjawab, “Pada yang belum pernah digembalai.” Lalu A’isyah berkata, “Itulah aku.”

Menikahi gadis perawan akan melahirkan cinta yang kuat dan mengukuhkan pertahanan dan kesucian. Namun, dalam kondisi tertentu menikahi janda kadang lebih baik daripada menikahi seorang gadis. Ini terjadi pada kasus seorang sahabat bernama Jabir.

Rasulullah saw. sepulang dari Perang Dzat al-Riqa bertanya Jabir, “Ya Jabir, apakah engkau sudah menikah?” Jabir menjawab, “Sudah, ya Rasulullah.” Beliau bertanya, “Janda atau perawan?” Jabir menjawab, “Janda.” Beliau bersabda, “Kenapa tidak gadis yang engkau dapat saling mesra bersamanya?” Jabir menjawab, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah gugur di medan Uhud dan meninggalkan tujuh anak perempuan. Karena itu aku menikahi wanita yang dapat mengurus mereka.” Nabi bersabda, “Engkau benar, insya Allah.”

5. Sehat jasmani dan penyayang

Sahabat Ma’qal bin Yasar berkata, “Seorang lelaki datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Sesungguhnya aku mendapati seorang wanita yang baik dan cantik, namun ia tidak bisa melahirkan. Apa sebaiknya aku menikahinya?” Beliau menjawab, “Jangan.” Selanjutnya ia pun menghadap Nabi saw. untuk kedua kalinya, dan ternyata Nabi saw. tetap mencegahnya. Kemudian ia pun datang untuk ketiga kalinya, lalu Nabi saw. bersabda, “Nikahilah wanita yang banyak anak, karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya jumlah kalian di hadapan umat-umat lain.” (Abu Dawud dan Nasa’i).

Karena itu, Rasulullah menegaskan, “Nikahilah wanita-wanita yang subur dan penyayang. Karena sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya kalian dari umat lain.” (Abu Daud dan An-Nasa’i)

6. Berakhlak mulia

Abu Hasan Al-Mawardi dalam Kitab Nasihat Al-Muluk mengutip perkataan Umar bin Khattab tentang memilih istri baik merupakan hak anak atas ayahnya, “Hak seorang anak yang pertama-tama adalah mendapatkan seorang ibu yang sesuai dengan pilihannya, memilih wanita yang akan melahirkannya. Yaitu seorang wanita yang mempunyai kecantikan, mulia, beragama, menjaga kesuciannya, pandai mengatur urusan rumah tangga, berakhlak mulia, mempunyai mentalitas yang baik dan sempurna serta mematuhi suaminya dalam segala keadaan.”

7. Lemah-lembut

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari A’isyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Wahai A’isyah, bersikap lemah lembutlah, karena sesungguhnya Allah itu jika menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga, maka Allah menunjukkan mereka kepada sifat lembah lembut ini.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Jika Allah menghendaki suatu kebaikan pada sebuah keluarga, maka Allah memasukkan sifat lemah lembut ke dalam diri mereka.”

8. Menyejukkan pandangan

Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dari seorang wanita? (Yaitu) wanita shalihah adalah wanita yang jika dilihat oleh suaminya menyenangkan, jika diperintah ia mentaatinya, dan jika suaminya meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya.” (Abu daud dan An-Nasa’i)

“Sesungguhnya sebaik-baik wanitamu adalah yang beranak, besar cintanya, pemegang rahasia, berjiwa tegar terhadap keluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya, menjaga diri terhadap lelaki lain, taat kepada ucapan dan perintah suaminya dan bila berdua dengan suami dia pasrahkan dirinya kepada kehendak suaminya serta tidak berlaku seolah seperti lelaki terhadap suaminya,” begitu kata Rasulullah saw. lagi.

Maka tak heran jika Asma’ binti Kharijah mewasiatkan beberapa hal kepada putrinya yang hendak menikah. “Engkau akan keluar dari kehidupan yang di dalamnya tidak terdapat keturunan. Engkau akan pergi ke tempat tidur, di mana kami tidak mengenalinya dan teman yang belum tentu menyayangimu. Jadilah kamu seperti bumi bagi suamimu, maka ia laksana langit. Jadilah kamu seperti tanah yang datar baginya, maka ia akan menjadi penyangga bagimu. Jadilah kamu di hadapannya seperti budah perempuan, maka ia akan menjadi seorang hamba bagimu. Janganlah kamu menutupi diri darinya, akibatnya ia bisa melemparmu. Jangan pula kamu menjauhinya yang bisa mengakibatkan ia melupakanmu. Jika ia mendekat kepadamu, maka kamu harus lebih mengakrabinya. Jika ia menjauh, maka hendaklah kamu menjauh darinya. Janganlah kami menilainya kecuali dalam hal-hal yang baik saja. Dan janganlah kamu mendengarkannya kecuali kamu menyimak dengan baik dan jangan kamu melihatnya kecuali dengan pandangan yang menyejukan.”

9. Realistis dalam menuntut hak dan melaksanakan kewajiban

Salah satu sifat terpuji seorang wanita yang patut dicintai seorang lelaki shalih adalah qana’ah. Bukan saja qana’ah atas segala ketentuan yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an, tetapi juga qana’ah dalam menerima pemberian suami. “Sebaik-baik istri adalah apabila diberi, dia bersyukur; dan bila tak diberi, dia bersabar. Engkau senang bisa memandangnya dan dia taat bila engkau menyuruhnya.” Karena itu tak heran jika acapkali melepas suaminya di depan pintu untuk pergi mencari rezeki, mereka berkata, “Jangan engkau mencari nafkah dari barang yang haram, karena kami masih sanggup menahan lapar, tapi kami tidak sanggup menahan panasnya api jahanam.”

Kata Rasulullah, “Istri yang paling berkah adalah yang paling sedikit biayanya.” (Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi dari A’isyah r.a.)

Tapi, “Para wanita mempunyai hak sebagaimana mereka mempunyai kewajiban menurut kepantasan dan kewajaran,” begitu firman Allah swt. di surah Al-Baqarah ayat 228. Pelayanan yang diberikan seorang istri sebanding dengan jaminan dan nafkah yang diberikan suaminya. Ini perintah Allah kepada para suami, “Berilah tempat tinggal bagi perempuan-perempuan seperti yang kau tempati. Jangan kamu sakiti mereka dengan maksud menekan.” (At-Thalaq: 6)

10. Menolong suami dan mendorong keluarga untuk bertakwa

Istri yang shalihah adalah harta simpanan yang sesungguhnya yang bisa kita jadikan tabungan di dunia dan akhirat. Iman Tirmidzi meriwayatkan bahwa sahabat Tsauban mengatakan, “Ketika turun ayat ‘walladzina yaknizuna… (orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allah), kami sedang bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Lalu, sebagian dari sahabat berkata, “Ayat ini turun mengenai emas dan perak. Andaikan kami tahu ada harta yang lebih baik, tentu akan kami ambil”. Rasulullah saw. kemudian bersabda, “Yang lebih utama lagi adalah lidah yang berdzikir, hati yang bersyukur, dan istri shalihah yang akan membantu seorang mukmin untuk memelihara keimanannya.”

11. Mengerti kelebihan dan kekurangan suaminya

Nailah binti Al-Fafishah Al-Kalbiyah adalah seorang gadis muda yang dinikahkan keluarganya dengan Utsman bin Affan yang berusia sekitar 80 tahun. Ketika itu Utsman bertanya, “Apakah kamu senang dengan ketuaanku ini?” “Saya adalah wanita yang menyukai lelaki dengan ketuaannya,” jawab Nailah. “Tapi ketuaanku ini terlalu renta.” Nailah menjawab, “Engkau telah habiskan masa mudamu bersama Rasulullah saw. dan itu lebih aku sukai dari segala-galanya.”

12. Pandai bersyukur kepada suami

Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur (berterima kasih) kepada suaminya, sedang ia sangat membutuhkannya.” (An-Nasa’i).

13. Cerdas dan bijak dalam menyampaikan pendapat

Siapa yang tidak suka dengan wanita bijak seperti Ummu Salamah? Setelah Perjanjian Hudhaibiyah ditandatangani, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk bertahallul, menyembelih kambing, dan bercukur, lalu menyiapkan onta untuk kembali pulang ke Madinah. Tetapi, para sabahat tidak merespon perintah itu karena kecewa dengan isi perjanjian yang sepertinya merugikan pihak kaum muslimin.

Rasulullah saw. menemui Ummu Salamah dan berkata, “Orang Islam telah rusak, wahai Ummu Salamah. Aku memerintahkan mereka, tetapi mereka tidak mau mengikuti.”

Dengan kecerdasan dalam menganalisis kejadian, Ummu Salamah mengungkapkan pendapatnya dengan fasih dan bijak, “Ya Rasulullah, di hadapan mereka Rasul merupakan contoh dan teladan yang baik. Keluarlah Rasul, temui mereka, sembelihlah kambing, dan bercukurlah. Aku tidak ragu bahwa mereka akan mengikuti Rasul dan meniru apa yang Rasul kerjakan.”

Subhanallah, Ummu Salamah benar. Rasulullah keluar, bercukur, menyembelih kambing, dan melepas baju ihram. Para sahabat meniru apa yang Rasulullah kerjakan. Inilah berkah dari wanita cerdas lagi bijak dalam menyampaikan pendapat. Wanita seperti inilah yang patut mendapat cinta dari seorang lelaki yang shalih.

For my super Emak 'n Bapakku nun jauh disana . .

04.31 By ReNi NiNGsiH

Emak bapak yang tercinta maafkan aku yang tak pandai membahagiakanmu.
Di usia tuamu, masih saja kalian mengelus dada atas sikap-sikap dan perkataanku.
Emak bapak, maafkan aku yang sering tidak ada di samping kalian.
Maaafkan aku yang sibuk bekerja tapi tak juga membahagiakan kalian dengan materi yang cukup.
Emak bapak, maafkan anakmu yang tak pandai berbakti kepada kalian.
Emak bapak, maafkan aku...
Anakmu hanya bisa merangkai doa kepada Allah setiap hari agar kalian selalu diberi kesabaran dan kemudahan.
didunia ini orang yang paling sempurna,terindah dalam hidupku
hanyalah engkau
didalam hatiku hanya ada engkau
Emak bapak …
Demi Hidup kalian merelakan harga diri
Demi Hidupku kalian mengorbankan Perasaan hingga segalanya
Emak bapak …
Terima kasih …
Aku takkan rela jika Aku tiada Bahagiakan kalian!!!
Amin

Bidadari Cemburu

04.31 By ReNi NiNGsiH

Seorang manusia bergelar nabi, manusia lelaki pertama dicipta Allah, pernah menghuninya. Dia dimuliakan oleh semua makhluk termasuk malaikat, atas perintah Allah. Dia bebas menelurusi setiap ceruk menikmati keindahan yang tidak terperi. Namun ditengah keindahan syurga, jauh di sudut hatinya masih ada suatu kekosongan. Mengapa? Kerana tiada wanita menemaninya dalam menikmati keindahan syurga! Maka diciptakannya wanita sebagai pelengkap kepada nikmat syurgawi.

Syurga masih terasa kurang lengkap tanpa wanita. Bidadari yang cantik jelita juga adalah wanita. Kalau begitu, boleh meriahkah dunia ini tanpa wanita? Setiap akal dan hati tahu jawapannya. Ya……tanpa wanita, sunyi sepilah dunia.

Perhiasan adalah suatu yang menambah seri suasana, menyejukkan hati dan mata. Seperti mana sejuknya hati dan mata apabila melihat bunga, demikianlah hati apabila melihat perhiasan. Tapi, kenapa tidak semua wanita menyejukkan hati sedangkan ia diciptakan sebagai pelengkap kepada perhiasan dunia dan akhirat? Malah, ada wanita yang menjadi punca kemelut dan kacau bilau. Garis pemisahnya ialah sekeping hati yang ia miliki.

Apabila hati diserahkan kepada Allah, kekallah wanita dengan asal penciptaannya iaitu penyejuk mata dan hati.Apabila wanita terus mengikatkan hati kepada zat yang menjadikannya, kekallah ia sebagai perhiasan yang dijaga rapi. Redup wajahnya mengundang pembelaan dari hati yang menjadi hamba Tuhan dan kerendahan hati yang tunduk kepada syariat meletakkan ia sentiasa dalam keredhaan dan perlindungan dari Zat Yang Maha Agung. Inilah wanita sejati bergelar wanita solehah seperti yang digambarkan oleh Rasullullah:

" Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita solehah."

Di dunia lagi bidadari mencemburui kesolehannya dan di akhirat bidadari sudi menjadi khadamnya.

Sebaliknya, jika hati dibawa jauh dari Allah, hilanglah kejernihan wajah dan jadilah dia duri yang menjadi punca kemelut serta kacau bilau. Apabila wanita lari dari ikatan Tuhan, maka terbukalah segala pintu yang akan menjerumuskannya ke lembah fitnah kehinaan. Hilanglah redup wajah yang menjadi dambaan dan yang terserlah ialah kecantikan palsu yang menanti untuk dieksploitasi oleh manusia buas yang menjadi hamba nafsu.

Ibarat bunga sejati dan bunga plastik. Jika bunga plastik disembur pewangi, harumnya lebih kuat daripada haruman bunga sejati…tapi haruman itu tidak kekal. Haruman bunga plastik bukan miliknya yang sebenar, ia haruman palsu yang bersifat luaran. Berbeda dengan keharuman bunga sejati yang bersifat dalaman dan kekal. Keharuman bunga sejati tetap kekal dimana saja ia diletakkan, di jambangan ataupun sekadar tumbuh di pingggir belantara. Sebaliknya bunga plastik tetap kaku, haruman palsunya akan semakin hilang walaupun tersusun indah di jambangan emas.

Wanita solehah yang hatinya terikat dengan Allah-si gadis dihiasi sifat sopan dan malu; si anak mentaati ibu bapa; srikandi dihiasi keberanian dan ketegasan yang penuh kesopanan serta prihatin terhadap suasana masyarakat; si isteri penuh ketaatan, kesetiaan dan kasih terhadap suami. Semuanya berteraskan rasa cinta kepada Yang Maha Pencipta. Berbahagialah kaum Adam yang berjaya memiliki `perhiasan' sejati ini kerana pastinya hidup akan terarah ke syurga. Syurga dunia yang disegerakan dan syurga hakiki yang kekal abadi.

Seorang wanita yang hatinya jauh dari Tuhan masih mampu menjadi perhiasan dunia yang digilai oleh segenap lelaki. Kecantikan dan lentoknya menjadikan hati lelaki tunduk semahu-mahunya sehingga sangggup berkorban segala-galanya-sutau perhambaan yang tersirat. Terpenjaralah hati kaum Adam yang memilih perhiasan`palsu' ini.
Hati menjadi sempit dan di akhirat terseksa tanpa batas!

Wanita boleh memilih untuk menjadi `bunga sejati'. Wanita solehah yang membawa ketenangan. Wanita juga boleh memilih untuk menjadi `bunga plastik'. Wanita yang mengundang kemelut, kacau bilau dan kehancuran. Kita sentiasa ada pilihan… maka pilihlah. Kita hanya akan layak menjadi `bunga sejati' jika hati tunduk kepada Tuhan. Bagaimanapun, Tuhan tidak pernah memaksa. Dia tetap agung walaupun kita sebagai hamba terus derhaka…Maha suci Allah yang telah memuliakan kita sebagai wanita. Daripadanya kita datang dan kepada-Nya kita akan kembali.

Sabda Rasullulah s.a.w yang bermaksud:
"Hendaklah kamu menasihati para wanita dengan sebaik mungkin, kerana sesungguhnya wanita itu dijadikan daripada tulang rusuk, sesungguhnya bahagian yang paling bengkok pada tulang itu ialah yang di sebelah atasnya; apabila kamu mahu meluruskannya patahlah ia, dan sekiranya kamu membiarkannya kekallah ia dalam keadaan bengkok. Oleh itu tolonglah kamu nasihati para wanita dengan sebaik-baiknya"
(Riwayat Bukhari, Muslim dan abu Hurairah)

Penting untuk kaum hawa

04.30 By ReNi NiNGsiH

Cek hiegienis produk napkin yang Anda pakai!! Karena menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan penderita kanker mulut rahim NO.1 di dunia, dan 62% salah satunya diakibatkan oleh penggunaan produk pembalut yang tidak berkualitas!!!! Di RSCM: 400 pasien kanker leher rahim baru setiap tahun. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 66%. Mayoritas penderita datang dalam kondisi stadium lanjut. Tingkat kesadaran deteksi dini masih rendah.

Cara pengecekan:

1. Sobek produk pembalut anda, ambil bagian inti didalamnya.

2. Ambil segelas air putih. Usahakan gunakan gelas transparan sehingga lebih jelas.

3. Ambil sebagian dari lembaran inti pembalut anda dan celupkan ke dalam air tersebut. Aduk dengan sumpit.

4. Lihat perubahan warna air (karena kalo hieginis dan bersih,seharusnya air akan tetap jernih).

5. Lihat apakah produk tersebut tetap utuh atau hancur seperti pulp. Jika hancur dan airnya keruh, berarti Anda menggunakan produk yang kurang berkualitas, dan banyak mengandung pemutih (byclean).

6. Dan dari produk yang kurang berkualitas tersebutlah yang sering menyebabkan di bagian intim wanita selalu mengalami banyak masalah:

- Keputihan

- Gatal-gatal

- Iritasi

- dan lain-lain.


Buat Yg cowok, plsss:
- Tell u'r mom
- Tell u'r sis
- Tell u'r wife
- Tell u'r grand ma
- Tell u'r lain lain dah

Kisah Fathimah Az_zahra r.a & Sayyidina Ali

04.30 By ReNi NiNGsiH

Cinta adalah hal fitrah yang tentu saja dimiliki oleh setiap orang,
namun bagaimanakah membingkai perasaan tersebut
agar bukan Cinta yang mengendalikan Diri kita
Tetapi Diri kita yang mengendalikan Cinta

Mungkin cukup sulit menemukan teladan dalam hal tersebut
disekitar kita saat ini
Walaupun bukan tidak ada..
barangkali, kita saja yang tidak mengetahui saking rapatnya dikendalikan

Tapi,
kebanyakan justru yang tampak ke permukaan adalah yang justru seharusnya tidak kita contoh
Kekurangan teladan?
Mungkin..

Dan inilah fragmen dari Khalifah ke-4, Suami dari Putri kesayangan Rasulullahtentang membingkai perasaan dan
Bertanggung jawab akan perasaan tersebut
“Bukan janj-janji”



Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah.
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.
Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.
Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.
Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.
Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercayatak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit.
Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.
Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.
Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.
Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.
Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.
Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.
Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.
Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.
Kedudukan di sisi Nabi?
Abu Bakr lebih utama,
mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali,
namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.
Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya...
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.
Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..
Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.
Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..
Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.
’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.
”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.
Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.
Lamaran Abu Bakr ditolak.
Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.
Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.
Setelah Abu Bakr mundur,
datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa,seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,
seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.
’Umar ibn Al Khaththab.
Ya, Al Faruq,
sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.
’Umar memang masuk Islam belakangan,
sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.
Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?
Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?
Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?
Dan lebih dari itu,
’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,
”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”
Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.
’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.
Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam.
Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.
Menanti dan bersembunyi.
’Umar telah berangkat sebelumnya.
Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.
”Wahai Quraisy”, katanya.
”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.
Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”
’Umar adalah lelaki pemberani.
’Ali, sekali lagi sadar.
Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.
Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.
’Umar jauh lebih layak.
Dan ’Ali ridha..

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Ia mengambil kesempatan..
Itulah keberanian.
Atau mempersilakan.Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak.
Lamaran ’Umar juga ditolak.
Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?
Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?
Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?
Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.
Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.
Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?
Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?
Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.
”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi.Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.
Ya, menikahi.
Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya.
Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?
Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?
Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.
”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.
Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.
Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.
Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”
Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.
Dan ia pun bingung.
Apa maksudnya?
Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.
Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.
Mungkin tidak sekarang.
Tapi ia siap ditolak.
Itu resiko.
Dan kejelasan jauh lebih riDan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab.
Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.
Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..”
”Apa maksudmu?”
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,
”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!
Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.
Dengan menggadaikan baju besinya.
Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.
Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah..
Dengan keberanian untuk menikah.
Sekarang.
Bukan janji-janji dan nanti-nanti.
’Ali adalah gentleman sejati.
Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,
“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Inilah jalan cinta para pejuang.
Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.
Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Seperti ’Ali.
Ia mempersilakanAtau mengambil kesempatan.
Yang pertama adalah pengorbanan.
Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi,

dalam suatu riwayat dikisahkan

bahwa suatu hari (setelah mereka menikah)

Fathimah berkata kepada ‘Ali,

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kisah ini disampaikan disini,bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis-an

Kisah ini disampaikan

agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah

bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi

dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu

Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba..

Surat Untuk Calon Suamiku

04.29 By ReNi NiNGsiH

Assalamu’alaykum…


apa kabar buat calon suamiku. Semoga Allah sentiasa
merahmati dan memberkati dirimu yang tidak pernah kutemui, namun doaku tidak
pernah putus mengiringi setiap langkahmu demi meraih keridhaanNya
Rasulullah SAW pernah bersabda: "Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang
solehah,"
Alhamdulillah, itulah anjuran Islam melalui Rasulullah SAW yang kita cintai.
Pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga rumah tangga
muslim yang bakal dibina saat menikah nanti.

Wahai calon suamiku,
"Dinikahi seorang wanita karena empat perkara, karena hartanya,
keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah agamannya, maka
beruntunglah kedua tanganmu".
Itulah sebuah pijakan utama buatmu memilih calon isteri. Sebuah pijakan
tama itu telah menjadi hafalanku sejak aku beranjak dewasa (baca; baligh).

Wahai calon suamiku,
Jika harta yang engkau idamkan, maka ketahuilah diriku bukanlah orang yang
berada. Tiada harta yang dapat kupersembahkan dalam ijab-kabul kita nanti.
Tiada harta sebagai jaminan bahwa engkau akan menikmati sedikit kesenangan
apabila ijab-kabul telah dilafazkan.
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
kaum yang berfikir". (QS Ar Ruum: 21)
Jika keturunan yang engkau dambakan, ketahuilah bahwa aku hanyalah manusia
biasa dari keluarga yang biasa pula. Namun apa yang pasti. Aku adalah
keturunan yang mulia, ayahanda adalah Nabi Adam as dan bunda Siti Hawa as,
sama seperti mu.
"…Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang
yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi
pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari
Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin
bertawakkal. (QS. Ali Imran: 159-160)
Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahwa
engkau juga tidak terlepas seperti manusia yang lainnya. Ketahuilah wahai
calon suamiku, jika kecantikan itu yang engkau inginkan dari diriku, maka
engkau telah salah langkah.
Tiada kecantikan yang terlihat orang lain yang dapat kupertontonkan padamu.
Telah aku hijabkan (baca; jilbab) kecantikan diriku ini dengan amalan
ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Engkau hanya akan sia-sia jika
hanya menginginkan kecantikan lahiriah semata.
Dan aku tidak dapat menjanjikan, bahwa aku mampu membahagiakan rumahtangga
kita nantinya, karena aku memerlukan engkau untuk bersamaku untuk menegakkan
dakwah islam ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk
membangunkan sebuah markaz dakwah dan tarbiyah islamiyah ke arah jihad
hambaNya kepada Penciptanya yang agung, Allahu Rabbi.
Mencari ilmu agama secara bersama, marilah kita jadikan pernikahan ini
sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu
agama, tetapi berbekal ilmu agama yang ada ini, aku ingin menjadi isteri
yang sentiasa mendapat keridhaan dari Allah dan suamiku.
Hal itu tak lain untuk memudahkan aku membentuk rumah tangga muslim antara
aku, engkau dan anak-anak kita nantinya untuk dibina dan diberikan
pendidikan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Aku pun hanya akan bercita-cita
untuk bisa bergelar pendamping solehah bagi sang suami, seperti yang
dijanjikan Rasulullah SAW.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan
kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan
dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang
banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS An Nisa: 1)

Calon Suamiku yang dirahmati Allah
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah
telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain
(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari
harta mereka". (QS. An Nisaa: 34.)
Aku yakin bahawa engkau adalah pemimpin untuk diriku dan anak-anakku sebagai
pewaris dakwah Islam. Maka, jadikanlah pernikahan ini nantinya sebagai asas
pembangunan iman, bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan
ikatan pernikahan sebagai hawa nafsu semata.
Semoga diriku dan dirimu sentiasa didampingi rahmat dan keridhaanNya.
Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan nilai kesabaran, dan ketabahan. Semoga
kita akan menjadi salah satu daripada jamaah menuju ke syurga, insya Allah.
Ketahuilah wahai calon suamiku, bahwa aku tidak pernah mendambakan mas
khawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai arti kita
dipertemukan Allah atas dasar agama.
Cukuplah seandainya, maharku adalah sebuah qalam mulia, Al-Quran, karena aku
meyakini qalam itu mampu memimpin rumahtangga kita untuk meraih keridhaanNya
bukan kekayaan dunia yang bersifat hanya sementara.
Bantulah aku dalam memperjuangkan dakwah Allah ini melalui pernikahan,
karena ia adalah tempat untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku,
insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang
sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada harta duniawi yang ingin kau
sediakan untukku.

Kutitipkan sebagian dari pengetahuanku melalui buku "Jalan Dakwah" karya
Syaikh Mustafa Masyhur, yang tidak lagi berwujud keborosan dan kebakhilan
karena semuanya berada di dalam sikap qana?ah (berpuas hati dengan apa yang
ada), ridha dan yakin.

Wahai calon suamiku,
Lihatlah rumahtangga Rasulullah SAW, terkadang sebulan pernah dapurnya tidak
berasap karena tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Namun, walau
begitu susahnya, rumahtangga Rasulullah SAW tetap menjadi rumahtangga yang
paling bahagia, yang tidak ada bandingnya hingga hari ini.

Terlalu panjang rasanya aku mencoretkan surat ini. Cukup dahulu aku buat
surat ini, andai diizinkan aku akan kembali menitipkankan lagi kiriman
bertintakan hati ini. Akhirnya, saya mohon maaf, biarlah rindu ini
ditumpahkan dalam tinta daripada jemu tatkala kita disatukan.

Wassalam

Detik-detik Rasulullah SAW menjelang sakratul maut

04.28 By ReNi NiNGsiH

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.

Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

* * *
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

Doa Untuk Kekasih

04.28 By ReNi NiNGsiH

(untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa...)


Allah yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

Amien.


**** (Teruntuk lelaki sholeh yg aku lepas di depan mata, ku melepasmu demi cinta sejatiku, yaitu Robbku.
Akhi , maafkanlah aku, bila memang keputusan ini bisa melukai perasaanmu. Karena aku sudah berani menduakan cintaku padamu. Ada dia diantara kita. Ada cinta yang lain diantara cinta kita berdua. Akhi , Relakanlah aku untuk mencintaiNYA melebihi cintaku padamu!
"Aku mencintaimu karena Allah, dan karena-Nyalah engkau mencintaku..."
Namun, kita belum terhalalkan tuk itu....)

Doa Untuk Kekasih

04.28 By ReNi NiNGsiH

(untuk seseorang yang telah mengisi ruang hati yg dulu hampa...)


Allah yang Maha Pemurah...

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia
dan mempertemukan saya dengannya.

Terima kasih untuk saat - saat indah
yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan
yang dapat kami lalui bersama.

Saya datang bersujud dihadapanMU...

Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU dalam hidup saya.

Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya...
janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya...

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...
dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...
ya Allah tolong satukan hati kami...
bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...
berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan kekurangan saya
sebagaimana telah Engkau ciptakan...

Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia...

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...
lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...

Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik untuk saya...
luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...

Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan....

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam setiap bagian hidup saya...

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

Amien.


**** (Teruntuk lelaki sholeh yg aku lepas di depan mata, ku melepasmu demi cinta sejatiku, yaitu Robbku.
Akhi , maafkanlah aku, bila memang keputusan ini bisa melukai perasaanmu. Karena aku sudah berani menduakan cintaku padamu. Ada dia diantara kita. Ada cinta yang lain diantara cinta kita berdua. Akhi , Relakanlah aku untuk mencintaiNYA melebihi cintaku padamu!
"Aku mencintaimu karena Allah, dan karena-Nyalah engkau mencintaku..."
Namun, kita belum terhalalkan tuk itu....)

Bidadari Syurga dunia

04.28 By ReNi NiNGsiH

Bidadari Syurga dunia...
Ada senyum yang terukir indah dimuka..
Ada bias rona merah di wajah..
Memantulkan warna hati si jiwa Syurga

Bidadari Syurga dunia..
Wajah yang senantiasa putih dan menawan
Berhiaskan air wudlu yang terpancar..
Menambah pesona hiasan mata..

Bidadari Syurga dunia..
Yang senyumnya selalu merekah..
Yang parasnya mempesona..
Yang hatinya selembut sutra..

Bidadari Syurga dunia..
Jadi dambaan setiap wanita..
Impian diri wanita sholehah
Qonitat dan berhati bunga..

Bidadari Syurga di hati luka..
Yang pucatkan muka si durjana
Yang tepiskan angan dunia..
Yang hatinya bagaikan kaca..
Bidadari Syurga di hati dunia..
Yang siangnya bagaikan singa di rimba
Yang malamnya bagai sufi perindu
Syurga Zuhud selendang pengikatnya..

Bidadari Syurga dunia..
Dimana pun berada kau tetap setia
Pada Allah, Rasul dan juga Dien-Nya..

Kemana lagi kan kucari Bidadari Syurga Dunia..
Di arusnya dunia merana..
Sentuhanmu bangkitkan rasa..
Hingga syahid ku jumpa di pintu Syurga..


(Copaste dr milis sebelah)

-----------------

Ya Rabbi,jadikanlah aku,ibuku dan saudara2ku yang wanita juga wanita2 muslimah di sekelilingku menjadi bidadari bumi agar kelak di surga tidak canggung lagi. Dunia ini adalah perhiasan,sebaik2 perhiasan adalah wanita sholeha(HR Muslim)

Amarah Seorang Ibu

04.27 By ReNi NiNGsiH

(Khusus untuk para Ibu dan perempuan pada umumnya )



Sore itu aku baru pulang dari bekerja. Badan dan pikiran yang lelah karena persoalan menumpuk di tempat kerja, membuat kondisi emosiku agak labil. Sampai di rumah aku berharap tak mendapati hal yang membuat emosiku makin naik. Memiliki tiga anak yang sangat aktif sering kali membuat emosiku naik turun.

Keinginanku untuk mendapat ketenangan sejenak di rumah tak terkabul. Sore itu sesampai di rumah, ketiga anakku belum mandi dan rumah berantakan. Meski memiliki khadimat, tapi khadimatku masih terlalu muda, sehingga banyak pekerjaan yang tak tertangani dengan baik olehnya.

Sulungku yang berusia 6 tahun asyik dengan game. Putri keduaku dan si bungsu asyik bermain, berlari ke sana kemari. Emosiku mulai kembali naik.

”Ummi, Haris dari tadi disuruh mandi nggak mau...” lapor khadimatku.

Haris masih asyik bermain game.

“Haris, mandi…” kataku berusaha lembut.

”Nggak mau ah!”

”Haris, mandi sama Mbak sekarang...” suaraku mulai keras.

Haris tak bergeming.

Rasa lelah, pikiran yang masih penuh, ditambah khadimat yang tak becus dan si Sulung yang tak mau menuruti perintahku, makin menambah emosi di dada.

”Haris, mandi sekarang juga!” kali ini aku benar-benar tak bisa mengontrol ucapanku. Kurasa suaraku begitu keras.

Haris tampak kaget. Tapi hanya sejenak. Kemudian dari mulut mungilnya kudengar kata... ”Entar, Bego...”

Hooh, rasanya emosiku sudah tak di dada lagi, tapi sudah naik hingga ubun-ubun. Dari mana dia mendapat perkataan itu? Bagaimana mungkin Haris-ku bisa berkata seperti itu pada ibunya...?

Kupegang kedua bahunya, masih dengan amarah di dada. ”Bicara apa kamu? Dari mana dapat omongan itu? Dengar ya, UMMI NGGAK IKHLAS kamu bicara seperti itu. Ummi nggak ikhlas! Sekarang juga kamu minta maaf!”

Rasanya lisanku sudah tak terkontrol. Kulihat Haris tampak diam dan takut.

”Ayo, minta maaf sama Ummi!”

”Ma-af, Mi...” dengan terbata Haris berucap.

”Ya sudah, Ummi maafkan. Sekarang kamu mandi sama Mbak!” kataku. Ucapan ”Ummi maafkan” sepertinya hanya sekadar saja keluar dari mulutku. Amarah dan kecewa anakku mengucapkan kalimat ”Entar, Bego...” masih menggumpal di dadaku.

***

Keesokan harinya, amarahku sudah terkikis. Sore hari aku mengecek pelajaran Haris. aku ingat esok hari Haris ada tugas mengulang mengulang hafalan.

”Ah, surat-surat yang mesti diulang hampir semua sudah Haris hafal. Insya Allah, Haris bisa,” kataku yakin.

Setelah itu aku membantu Haris untuk mengulang hafalan.

”Ayo, baca bismillah dulu, Ris...”

”Bis...” suara Haris terputus.

”Lho kok, bis... bis-millah...”

”Bis...” lagi-lagi suara Haris terputus.

”Haris... jangan bercanda. Ayat Al Quran jangan dipermainkan. Ayo ulang lagi, bismillah...”

”Bis...”

”Haris!” emosiku mulai naik.

”Tapi, Mi... Haris nggak bisa...”

”Masak bismillah saja tidak bisa, bis-mi-Allah...”

Haris mencoba mengulang, tapi lagi-lagi terhenti di kata ”bis”. Aku benar-benar tak habis pikir.

”Haris! Ummi serius ini. Kamu jangan bercanda, mempermainkan ayat Al Quran! Coba, A-L-L-A-H...”

”A.... A... Ummi haris nggak bisa...”

”A-L-L-A-H.... ulang lagi... A-L-L-A-H… BISMILLAH…”

“A…. A…”

Aku mulai panik. Kuamati wajah Haris. Dia tak terlihat bercanda atau mempermainkanku.

“Istighfar dulu, Ris, As-tag-fi-ru-llah…”

”Astagfiru...” lagi-lagi suara Haris terputus.

Aku semakin panik. Ada apa dengan anakku? Padahal dia sudah hafal setengah juz 30. bagaimana mungkin menyebut ”bismillah”, ”astagfirullah,” bahkan ”Allah” saja tak bisa...?

Aku berusaha menenangkan diri. ”Yuk, bareng Ummi... kita istighfar...”

”Astagfirullah...”

Namun lagi-lagi, Haris tak dapat menyelesaikan kalimat tersebut.

Aku benar-benar tak habis pikir. Beberapa kali kuminta Haris mengulang kata Allah, Allah, Allah... tak juga bisa.

Tiba-tiba runtunan kejadian kemarin berkelebat di otakku. ”Astagfirullah....” kuucap berulang kali.... Kalimat ”ummi tidak ikhlas” terngiang-ngiang. Inikah yang menyebabkan Haris tak dapat menyebut kata Allah? Tapi bagaimana mungkin? Haris masih kecil, baru 6 tahun...

Namun, tak ada yang tak mungkin bagiAllah untuk menunjukkan kuasa-Nya. Langsung kupeluk Haris, air mata berbulir jatuh.

”Maafkan Ummi, ya, Ris... maafkan, Ummi. Ummi juga memaafkan semua kekhilafan Haris. Ummi maafkan kesalahan Haris...” Kupeluk Haris makin erat. Haris tampak tak mengerti. Air mataku menderas. ”Maafkan Ummi... dan Ummi maafkan Haris...”

Setelah beberapa saat menenangkan diri, aku minta Haris untuk sama-sama membaca istighfar kembali. Dan... subhanallah... tanpa kesulitan Haris mengucap dengan lancar. Dan kemudian kalimat bismillah, dan kemudian surat-surat Al Quran yang hendak ia ulang, semua lancar dibaca.

Subhanallah, Allahu Akbar... betapa kecil kurasa diriku saat itu. Teringat aku kisah Al Qomah pada masa Rasulullah, yang mulutnya terkunci tak dapat mengucap ”Laailahailallah” saat sakaratul maut, karena sang Ibu tak ikhlas padanya.

Aku bersimpuh.... Ampuni aku, ya Allah....

Indahnya Ukhuwah Islamiyah

04.27 By ReNi NiNGsiH

Sudah sepekan lebih ini berita serangan militer israel ke palestina menjadi berita terhangat didunia
unjuk rasa dan kecamanpun terjadi dimana mana,sebagai rasa solidaritas sesama muslim
subhanallah indahnian ukhua islamiyah aku terharu melihatnya

karna Muslim satu dengan yg lain bagaikan satu raga apabila satu anggota sakit maka anggota tubuh yang lain nya akan merasakan sakit pula.
wajar apabila serangan israel ke palestina mendapatkan kecaman dan dilaknat dari seluruh umat islam sedunia, karna israel telah melukai hati umat islam sedunia pula
tak heran jika bantuan berupa materi dukungan,doa,relawan,obat obatan dLL mengalir dengan cepat bak air terjun yang mengalir deras.

yang membuat miris adalah anak anak yang menjadi korban kebiadapan israel
sakit hati ini dibuatnya perih sangat perih yang kurasa
spontan hati dan mulutpun ikut melaknak kekejaman israel
air matapun tak terasa mengalir membasahi pipi ini.

mayat2 bergelimpangan dimana mana,korban banyak berjatuhan
derai air mata dan kehancuran terjadi dimana mana karna kebiadapan israel
Yaallah lindungi saudara kami di palestina
berikan mereka kekuatan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini
yaallah sekalah air mata mereka dengan belaian kasih sayangmu
hiburlah mereka dengan indahnya ukhua islamiyyah
karna mereka tidak sendirian di dunia ini
dan balaslah kekejaman mereka dengan azabmu pada yahudi israel dkk laknatullah

Berserah Diri

04.26 By ReNi NiNGsiH

Bersihkanlah dirimu sebelum kamu dimandikan
Berwudhu’lah kamu sebelum kamu diwudhu’kan
Dan solatlah kamu sebelum kamu disolatkan

Tutuplah ‘auratmu sebelum ‘auratmu ditutupkan
Dengan kain kafan yang serba putih
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih
Walaupun orang yang hadir itu merintih

Selepas itu kamu akan diletakkan di atas lantai
Lalu dilaksanakanlah solat Jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam
Beserta Fatihah, Selawat dan doa
Sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah
Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus
Segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?

Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud
Dapat membayar hutang, rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian
Justru kumenyeru sekelian Muslimin dan Muslimat
Sebelum kamu diusung ke liang lahad
Menjadi makanan cacing dan makanan ulat
Iringilah dirimu ke masjid
Sebelum kamu diiringi ke Pusara

Tangisilah dosa-dosamu di dunia
Kerana tangisanmu tidak berguna di alam baqa
Sucikanlah dirimu sebelum kamu disucikan
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan
Dengan panggilan ‘Izrail yang menakutkan
Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal
Bukan yang pergi

Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan
Ingatlah di mana saja kamu berada
Kamu tetap memijak bumi Tuhan
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan
Serta menikmati rezeki Tuhan

Justru bila DIA menyeru, sambutlah seruan-NYA
Sebelum DIA memanggilmu buat terakhir kalinya
Ingatlah kamu dahulu hanya setetes air yang tidak berarti
Lalu menjadi segumpal darah
gumpalan darah itu berubah menjadi gumpalan daging
Lalu daging itu membaluti tulang
Lalu jadilah kamu insan yang mempunyai arti
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu
Yang kalau jatuh ke tanah
Ayam tak patok itik tak sudu
Tapi ALLAH mengangkatmu ke suatu derajat
Yang lebih tinggi dari malaikat

Lahirmu bukan untuk dunia
Tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat

Sambutlah seruan ‘Hayya ‘alas Solaah’
Dengan penuh rela dan bersedia
Sambutlah seruan ‘Hayya ‘alal Falaah’
Jalan kemenangan akhirat dan dunia

Ingatlah yang kekal ialah amal
Menjadi bekal sepanjang jalan
Menjadi teman di perjalanan
Guna kembali ke pangkuan ilahirabbi
Pada hari itu tiada berguna Harta, takhta dan jabatan
Isteri, kad kredit dan kereta
Kondominium, saham dan niaga
Kalau dahi tak pernah menyentu sejadah di dunia…

(sebuah renungan dikala tubuh ini masih dipercayai Alloh untuk memanfaatkannya)

Ibadah VS Hobby

04.26 By ReNi NiNGsiH

Sedekah VS Belanja

Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila
dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila
kita bawa ke supermarket. Jujur saja, kalimat ini
begitu kena banget (khususnya kepada saya sendiri).
Gimana nggak, kadang seringnya di antara kita ngisi
kotak amal di masjid dengan uangrecehan. Makanya, kalo
pas kotak amal diedarin ke jamaah yang duduk berderet
rapi di shaf-nya masing-masing suka terdengar bunyi
nyaring tanda uang recehan jatuh menimpa benda keras
(apalagi kalo kotaknya terbuat dari kaleng, lebih
keras bunyi gemerincingnya)

Mungkin uang itu pecahan seratus, lima ratus, atau
seribu rupiah yang logam. Tapi bukan berarti nggak
boleh beramal dengan jumlah seperti itu. Jika ikhlas,
insya Allah dapet pahala juga dong. Begitu pun
sebaliknya, meski yang dimasukkin pecahan lima puluh
ribu tapi nggak ikhlas kan sayang juga ya? Mendingan
ngasih lima puluh ribu dan ikhlas kan?

Hehehe.. itu sih, bagus banget atuh ya. Terlepas dari
nilai “ikhlas”, kita coba renungkan aja dikit ya,
betapa kita masih merasa “pelit” untuk bersedekah.
Padahal itu buat kita juga amalannya disisi Allah.
Tapi, kita harus merasa “royal” kalo jajan or belanja
di mal. Bawa uang 50 ribu rupiah aja serasa masih
kurang. Iya nggak? Kalo saya pernah ngerasa demikian.

Astaghfirullah…Semoga kita, bisa seperti Abdurrahman
bin ‘Auf dan sahabat Rasul lainnya yang seperti nggak
sayang sama harta. Mereka sedekahkan hartanya untuk
urusan dijalan Allah dengan sangat banyak (menurut
kita).

Ngaji VS Nonton Sepakbola

Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk dengerin
pengajian, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk
nonton pertandingan sepakbola Yap, memang kadang lucu
abis, kalo dengerin pengajian mah rata-rata dari kita
baru lima menit berlalu aja mata kita udah
merem-melek. Ngantuk! Apalagi kalo sampe harus 45
menit, wah jarang-jarang deh yang bias bertahan dengan
penuh semangat dan aktif dengerin dan bertanya kepada
nara sumber pengajian. Tapi kalo kita nonton
pertandingan sepakbola ditelevisi, waktu “setengah
main” itu terasa pendek banget. Kita terhipnotis oleh
aksi bintang-bintang lapangan hijau pujaan kita. Kita
pun betah menikmatinya. Nggak terasa, 45 menit berlalu
singkat banget. Lucu ya? ***

Doa VS Ngobrol

Lucu ya, seringnya kita susah merangkai kata untuk
dipanjatkan saat berdoa kepada Allah SWT, tapi betapa
mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman dan
kata-kata dari mulut kita begitu lancar mengalir. Hmm…
abis shalat aja, kadang banyak di antara kita yang
buru-buru pulang dari masjid atau mushala. Berdoa
seperlunya dan mungkin doanya monoton alias yang
diucapkan yang itu-itu aja (bosen nggak sih?). Okelah,
mungkin di antara kita ada keperluan sehingga begitu
selesai shalat berjamaah, berdoa sebentar dan keluar
dari masjid. Nggak apa-apa, karena sebetulnya berdoa
sunnah hukumnya. Cuma, di sini kita sedikit aja
merenung dan evaluasi diri : “Apa iya kalo kita berdoa
meminta kepada Allah begitu singkatnya? Begitu
buru-burunya? Dan nggak pandai merangkai kata dalam
berdoa untuk ‘memikat’ Allah SWT?” Emang iya sih,
Allah Maha Tahu apa yang diinginkan hambaNya dalam
berdoa, tapi adabnya kan kita kudu sopan. Wong sama
orang aja kita sopan dan menghargai. Iya nggak? Tapi
lucunya pas kita ngobrol bareng teman-teman, ada beban
dan lepas aja, gitu. Lain kali ye hawanya? Lucu juga
tuh. ***

Sepakbola VS Shalat

Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu
dipertandingan sepakbola favorit kita, tapi betapa
bosannya kita bila imam shalat tarawih bulan Ramadhan
kelamaan bacaannya. Eh, jujur aja nih, terutama kalo
nonton sepakbola dipertandingan final. Kalo hasilnya
seri di waktu normal, maka diadakan perpanjangan
waktu. Nah, banyak di antara kita yang betah
menikmatinya. Apalagi kalo sampe nontonnya berjamaah
di kafe. Dijamin seru abis. Tapi, kalo bacaan ayat
dari sang imam pas sholat tarawih panjang dikit aja,
kita langsung pegel-pegel, dan nekat ngejatuhin ‘talak
tiga’ untuk nggak shalat di masjid itu lagi kalo
imamnya orang tersebut. Walah? Itu sebabnya, masjid or
mushala yang melaksanakan shalat tarawih berjamaah
dengan imam shalatnya yang biasa ngebut dengan
kecepatan tinggi dalam membaca ayat, pasti membludak
jamaahnya. Ckckck.. betapa banyak dari kita yang
pengennya instan dan serba cepat dalam hal ibadah. ***

Baca al-Qur’an VS Baca Novel

Lucu ya, susah banget baca al-Qur’an 1 juz saja, tapi
baca novel best sellers 100 halaman pun habis dilalap
dalam sekejap dan kita merasa enjoy. Hihihi.. iya juga
ya? Waktu sekolah dulu saya bareng temen-temen pernah
baca Wiro Sableng yang judulnya “Petaka Gundik Jelita”
dan “Lima Iblis dari Nanking” antara 1 sampe 2 jam.
Dan itu harus ngorbanin baca Fessenden & Fessenden
yang nulis Kimia Organik. Padahal besoknya mo ujian
kimia. Baca al-Qur’an? Hmm.. satu halaman kayaknya
udah merasa “beruntung” deh. Ckckck… kenapa ya? Lucu
sekaligus sedih kalo mengenang ini. Rahasianya apa?
Mungkin kalo bacaan al-Qur’an cepet bosen karena nggak
ngerti artinya. Mungkin juga. Eh, tapi ada juga teman
yang asyik banget baca Harry Potter edisi bahasa
Inggris-nya sampe berjam-jam kok. Ya, kita sih
khusnudzan saja, mungkin juga baca al-Qur’an pun doi
sanggup berjam-jam dan berjuz-juz. Tapi umumnya, kita
suka cepet bosen kan baca al-Qur’an lama-lama? Lebih
sregep baca novel, baca komik, atau lainnya.
Eh, bukan berarti nggak boleh lho. Silakan aja baca
novel. Ini juga sekadar renungan, bahwa ternyata kita
lebih susah dan lebih banyak malasnya untuk baca
al-Qur’an ketimbang baca bacaan lainnya. Tul nggak?
***

Konser Musik VS Shalat Jum’at

Lucu ya, orang-orang pada berebut untuk dapetin tempat
di barisan paling depan ketika nonton konser musik,
tapi berebut cari shaf paling belakang bila shalat
Jum’at agar bisa cepat keluar.
Coba deh tengok acara konser musik di televisi, banyak
orang rebutan untuk mendapatkan ’shaf’ terdepan biar
bisa ngelihat dengan jelas bintang pujaannya,
syukur-syukur kalo sampe bisa salaman. Kalo pun harus
bayar, banyak di antara kita yang rela ngeluarin duit
untuk nebus tempat strategis di arena konser. Tapi pas
shalat Jum’at mah, nyari tempat dishaf paling belakang
biar cepet keluar, atau paling nggak nyari dinding or
tiang untuk nyender. Lucu ya? ***

Dakwah VS Gossip

Lucu ya, susahnya orang diajak untuk partisipasi dalam
dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi dalam
menyebar gossip. Ckckck… untuk ngajak dakwah susahnya
setengah hidup. Alasannya macem-macem. Entah dengan
alasan karena belum cukup ilmu, atau karena malu.
Sehingga bikin lidah kelu. Tapi begitu ada yang
ngomporin untuk ngegossip, lidahnya langsung fasih dan
ikut nyebarin lagi. Wuih, aneh ya? Lucu ya? Padahal,
tentu saja, nilai perbuatannya lain banget. Kalo
dakwah insya Allah dapet pahala, tapi ngegossip?
Selain dibenci orang, juga dibenci Allah SWT.
Amit-amit deh. Tapi, kenapa banyak di antara kita yang
hobi ngegossip ketimbang semangat dakwah? Semoga
menjadi renungan…

Media Massa VS al-Qur’an

Lucu ya, kita begitu percaya banget pada apa yang
disampaikan media massa, tapi kita sering
mempertanyakan apa yang disampaikan al-Qur’an. Jujur
saja, media massa saat ini menjadi salah satu kekuatan
untuk melakukan perubahan sosial, politik, ekonomi dan
sebagainya. Banyak dari kita yang percaya begitu saja
dengan apa yang disampaikan media massa. Kasus
peledakkan bom di London awal Juli lalu, media massa
hampir di seluruh dunia langsung “menuding” Islam dan
kaum muslimin berada di balik serangan tersebut.
Eh, kita yang baca, banyak juga yang kemudian
terprovokasi dan ikut-ikutan menjatuhkan vonis kepada
Islam dan umatnya. Apa nggak bahaya banget tuh? Tapi
kita, kaum muslimin, ada juga yang masih
mempertanyakan apa yang disampaikan oleh al-Qur’an.
Isinya diutak-atik dan dipersepsi sendiri demi
keuntungan dan tujuan tertentu. Kebalik-balik memang.
Padahal, dalam surat al-Baqarah ayat 2 saja Allah SWT
sudah menjamin bahwa al-Qur’an itu “laaroiba
fiihi”alias tidak ada keraguan di dalamnya. Nggak cuma
itu, ayat tersebut melanjutkan (yang artinya) :
“Petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” Yap, al-Qur’an
itu pasti kebenarannya, dan sekaligus petunjuk bagi
mereka yang bertakwa. Jadi, mengapa harus
mempertanyakan lagi apa yang disampaikan Allah dalam
al-Qur’an? Tapi dalam waktu bersamaan, kita lebih
percaya kepada media massa (bahkan ada yang sampe
nggak perlu ngecek kebenarannya), padahal nggak jarang
isinya berupa ‘kabar burung’ dan juga informasi yang
sesat dan menyesatkan. ***

Surga Pengen, Beramal Ogah

Lucu ya, pengen masuk surga, tapi ogah beramal. Hmm..
ini sih bukan hanya lucu, tapi juga aneh bin ajaib.
Emangnya surga gratis? Nggak lha yauw. Kita-kita aja
masih was-was, khawatir amalan baik selama ini nggak
keterima karena mungkin nggak ikhlas. Lebih sedih lagi
seharusnya jika kita berharap surga tapi nggak pernah
(atau sedikit) beramal baik.
Sobat muda muslim, banyak di antara kita yang kepengen
masuk surga, tapi diminta untuk shalat aja susahnya
setengah mati. Banyak juga di antara kita yang pengen
dapetin surgaNya, tapi diminta untuk taat dan patuh
sama ajarannya aja ogah. Itu sih sama artinya ngarepin
dapet uang pensiun tapi tanpa kerja selagi usia
produktif.

Lucu dan aneh banget kan? Pengen masuk surga tapi
tanpa beriman dan tanpa beramal shaleh, kira-kira
mungkin nggak? Mimpi kaliye! Ini sedikit renungan aja
buat kita semua. Semoga kita mulai berbenah dalam
hidup ini. Mumpung masih muda. Selagi mudah untuk
melakukan berbagai amal kebaikan, jangan sia-siakan
waktu kita. Kita bisa berbuat lebih banyak. Karena
kita nggak pernah tahu kapan kita dijemput oleh
Malaikat Ijrail untuk menghadap Allah SWT dan
mempertanggung-jawabkan perbuatan kita selama di
dunia.

Mumpung masih ada waktu, sebisa mungkin kita
mengumpulkan banyak amal baik untuk bekal di akhirat
kelak. Rasulullah SAW telah bersabda : “Bersegeralah
menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti
akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam
yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang
yangdi pagi hari dalam keadaan beriman, di sore
harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu
sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia
menjual agamanya dengan komoditas dunia.” (HR. Bukhari
dan Muslim). Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah
Ta’ala untuk melakukan amalan yang baik sesuai ajaran
Islam. Ditanamkan dalam hati kita untuk gampang
menerima kebenaran dan mengamalkannya. Semoga. -:)

Kriteria Memilih Suami yang Baik Menurut Islam

04.25 By ReNi NiNGsiH

Setiap wanita muslimah hendaknya memilih calon suami yang memenuhi syariat islam. Diantara ciri-cirinya adalah :

* Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak, agar ia dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, pendidikan anak, tanggung jawab yang benar dalam menjaga kehormatan dan menjamin material rumah tangga.
* Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasik tukang pembuat dosa yang dapat memutuskan tali kekeluargaan
* Berniat sungguh-sungguh akan menikah bila menemukan wanita yang cocok setelah melihatnya sewaktu meminang
* Mempercepat akad nikah da tidak menggantungkannya untuk jangka waktu yang lama sehingga ada kemungkinan menyurutkan keinginan menikah dan membatalkan pinangan
* Tidak berkhalwat ( pergi berduaan ) dengan wanita yang dipinang
* Hanya berkunjung dan masuk ke rumah wanita yang akan dipinang bila di sertai mahramnya
* Tidak melakukan pembicaraan batil dan sia-sia saat berkunjung
* Tidak menyeringkan datang ke rumah wanita yang dipinang
* Tidak mencuri pandangan yang dapat membuka pintu-pintu syahwat
* Tidak mengambil pinangan orang lain
* Sehat jasmani dan rohani
* Tidak berlebih-lebihan dalam berpakaian dan berbicara
* Tawadhu (rendah diri)
* Bergaul dengan orang-orang shalih
* Menghormati orang tua wanita yang dipinang
* Rajin bekerja dan berusaha
* Optimis
* Mengucapkan salam ketika berkunjung dan pulang
* Tidak mengobral janji dan berandai-andai

Karena Taman Itu Disirami

04.24 By ReNi NiNGsiH

Indahnya pergaulan pasutri dalam membina rumah tangganya sarat dengan keharmonisan. Keharmonisan merupakan sebutan yang sering dan selalu didamba keberadaannya oleh setiap pasutri. Hal ini wajar, mengingat begitu pentingnya peranannya dalam kehidupan setiap pasutri. Bisa jadi dan sangat mungkin sebab keharmonisan itu merupakan pokok keberhasilan dalam usaha mereka berdua mendayung sampan mengarungi samudera kehidupan rumah tangganya.

Termasuk unsur pokok keharmonisan setiap pasutri adalah akhlaq yang terpuji dari tiap-tiap individu. Dan termasuk pokok akhlaq terpuji adalah berbuat adil dan tidak menzholimi. Seorang suami harus mempergauli isterinya dengan penuh keadilan dan tidak ada kezholiman. Begitu pula seorang isteri harus mengimbangi keadilan suami dengan keadilan serupa. Bersihnya suami dari kezholiman ialah dengan menahan dari melakukan kezholiman kepada isterinya. Bukankah itu adalah keharmonisan?

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kedudukan yang berbeda antara suami dan istri dalam rumah tangganya, hal ini menuntut keadilan dan dibuangnya jauh-jauh kezholinman dari setiap pasutri terhadap pasangannya. Sebab dibalik perbedaan itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menganugerahkan keharmonisan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…. (QS. an-Nisa’ [4]: 34)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan para suami sebagai orang yang memiliki kuasa dalam membina para isterinya, mendidik mereka, serta memerintah mereka untuk melaksanakan seluruh kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada suaminya, serta memberikan pelajaran kepada mereka bila mereka tidak menunaikannya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menghendaki sebaliknya.

Mengapa ditetapkan demikian? Padahal yang demikian ini benar-benar sebuah perbedaan? Memang benar, itu adalah perbedaan, sedangkan keharmonisan tidak selamanya harus sepadan, harus sama, dan harus selaras. Dalam perbedaan pun Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki keharmonisan, bahkan merupakan keharmonisan yang sesungguhnya.

Mengapa hanya suami? Sebab Subhanahu wa Ta’ala telah melebihkan para suami atas para isteri dengan mahar-mahar yang mereka bayarkan, dengan harta yang mereka nafkahkan untuk isteri mereka, dan dengan kecukupan yang mereka berikan kepada para isteri mereka. Benar-benar sebuah keharmonisan! Para isteri itu di sisi suami laksana bunga-bunga di taman yang selalu disirami.

Bukankah tidak harmonis bila yang selalu disirami tidak ’mengerti’ tuannya? Seperti juga bukan keharmonisan bila si tuan tidak menyirami tamannya? Karena taman itu disirami, maka selayaknya mawar-mawar itu memahami perbedaan ini. Hanya karena taman itu disirami maka bunga-bunga keharmonisan pun harum semerbak mewangi.

"Menjadi taman yg indah dan syahdu, tempat berkumpulnya segala sesuatu kebahagiaan yang tak lepas2nya, menyirami taman dengan segenap cinta dari illahi robbi, yang menjadi keridloan di atas segalanya"

Air Mata Alistya

04.24 By ReNi NiNGsiH

Hujan rintik-rintik mengiringi kepergian Tya ke pasar, rencanya Tya akan menjual kalung yang baru ia beli 2 bulan yang lalu. Pagi tadi ia telah berjanji kepada abinya untuk membelikan sebuah Al Qur’an lengkap dengan tajwid, makna dan arti per kata. Tya menyadari Al Qur’an yang yang dimaksud sangat mahal, menurut dia. Maklum dia bekerja hanya sebagai penjaga warnet, yang penghasilanya alhamdulillah pas-pasan untuk memenuhi kehidupan dia.
Entahlah kenapa abinya sangat menginginkan Al Qur’an tersebut, meskipun Tya dan kakaknya berencana membelikannya bulan depan, tapi abi ngotot ingin segera memilikinya.
“Dek tya, kak Ima belum punya uang buat beliin Al Qur’annya abi. Bagaimana kalau pake uang adek dulu, baru kalo kakak gajian nti kakak ganti separonya . . .”
Tya mencoba mengerti dengan keadaan finanasial kakaknya,
“Tapi kak, ambil uang di tabungan kakak dulu gimana? Gajianku masih lama, ini aja masih tanggal 20” Gerutu Tya.
Kak Imah mencoba sabar, “Sekarang hari sabtu dek, mana ada bank yg bukanya hari itu?, gini aja kakak janji deh, senin kakak ambil uang di bank” Jelas kak Imah sembari terseyum manis.
“Tapi janji lho kak??!!! Soalnya Tya mau ngejual kalung Tya dulu, apalagi abi terus-terusan nanyain. Tya kan jadi malu ma abi, kebanyakan janji mulu....”
“Subhanalloh . . . syukron ya adek dah ngerti?”.
“Biasa aja lah kak, afwan ya kak? Tya agak maksa”
Hati Tya agak sedikit menggerutu, tapi tidak apa-apalah, yang penting hari senin uangnya sudah diganti sama kakaknya.
Suasana pasar yang becek, tak ia hiraukan. Ia tetap saja berjalan dengan payung birunya menuju toko mas dimana ia membeli kalung itu.
Dia langsung bertransaksi dengan si empunya toko. Tawar menawar mewarnai transaksi itu. Akhirnya kesepakatan pun terjadi, kalung yg dibeli Tya dahulu Rp 350.000 terjual seharga Rp 300.000.
“Alhamdulillah, trima kasih ya Alloh harga turunnya gak banyak. Smg cukup buat beli Al Qur’an” Batin Tya.
Tya langsung bergegas ke toko buku, disana dia melihat-lihat Al Qur’an yang terpajang di rak-rak dengan rapi. Tya yang sedari tadi bingung akhirnya meminta bantuan karyawan toko tersebut.
“Mbak maaf, apa ada Al Qur’an yg lengkap ada tajwid, arti perkata dan tafsirnya?”
Si mbak bergegas mengambilkan al qur’an yang diinginkan Tya, “Ini mbak harganya 250ribu, ini model terbaru lho....” jelas si mbak.
“Oke mbak, saya ambil yang ini. Tolong dibungkus sekalian ya?” pinta Tya.
Si mbak langsung ke kasir, dengan cekatan dia membungkus dg kertas warna hijau bermotif tua itu dg rapi.
Setelah selesai Tya langsung membayarnya dan segera pulang.
Sesampainya dirumah Tya langsung mencari abinya, ternyata abi ada di kamarnya memandangi foto umi.
Dorrr . . .
“Hayoooo . . . abi kangen ya sama umi?hehehehe . . .”
Abi hanya tersenyum, tersipu malu.
“Dari mana nak kok basah-basahan gini?” tanya abi bingung.
Tya langsung memberikan kado ke abinya, dengan tangan gemetar abi langsung membuka bungkusan warna hijau itu.
“Subhanalloh . . . “ Teriak abi bahagia.
“Bi, ini al qur’an khusus buat abi. Dijaga baik2 ya bi? Smg dengan qur’an ini abi bisa mendapat berkah Alloh lebih banyak lagi..”
Abi menangis, memeluk Tya dan berkata, “Tya anak sholeha, abi pasti akan jaga barang berharga ini. Trima kasih nak, smg Alloh membalas kebaikanmu, . . “
Tak terasa air mata Tya ikut menetes, abi langsung segera membaca Al Qur’an itu tak lupa kacamata selalu menyertainya.

Keesokan harinya ketika Tya membangunkan abinya, Tya merasa aneh. Dari kemarin posisi abi tidak berubah, duduk bersila dengan al Qur’an di atas dadanya. Tya membangunkan abinya, menggoyang-goyangkan badannya, tapi abi hanya diam. Tya langsung mengecek nadi, ternyata tidak ada. Langsung saja Tya berteriak meminta tolong, dia berteriak sekencang-kenangnya sampai tetangga2 berlari kerumahnya.
Tya menangis, kak Imahpun ikut menangis ketika salah seorang tetangganya mengatakan jika abinya telah berpulang ke rahmatulloh. Suasana rumah itu sontak berubah hujan air mata, abi Tya yang terkenal kemana2 selalu membawa&membaca Qur’an saku meninggal dengan memeluk Qur’an yang dibelikan Tya kemarin.
Tya langsung memeluk jasad abi, membisikkan “ Abi, Tya dan kak Ima ikhlas melepas abi. Semoga abi syahid, smg abi disana berkumpul dengan hamba2 Alloh yang mulia, smg kita nanti dipertemukan dalam janahNya...”
Sebuah kecupan pelepasan yg haru mendarat di kening abi dengan sejuta rasa gemuruh didada melepas dengan senyuman haru, kini Tya menyadari kenapa abi sangat ngotot menginginkan Al Qur’an tsb.

Membangun Keluarga Sakinah

04.23 By ReNi NiNGsiH

Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan berumahtangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan bahagia. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan, kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan, tak jarang diakhiri dengan kenistaan, perceraian, dan juga derita.
Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan.
Ada beberapa indikasi yang bisa mengantarkan keluarga menjadi keluarga yang bahagia.
Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud, keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia. Terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga.
Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat.
Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis bahwa semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu, kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaannya saling menasihati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran.
Apabila sebuah keluarga mulai saling menasihati, maka keluarga bagaikan cermin yang menjadikan keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita.
Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita menjadi keluarga yang menjadi cahaya kebahagiaan. Selalu menjadikan keluarga sebagai contoh bagi keluarga yang lain.
Saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita lakukan, niscaya keridhaan Allah bersama kita. Aamiin. Wallahu a’alam.

Cinta dalam naungan cinta & ridlo-NYA

04.23 By ReNi NiNGsiH

Hati ini meminta cinta untuk tetap berada dalam ridloNya
Bukannya hati menolak keberadaan cinta
Namun, hati teramat sangat takut
Tak mampu mempertanggung jawabkan cinta
Hati hanya berharap pada Sang Maha Cinta

Semoga Dia rela menciptakan peta jalan cinta ini
Agar arahnya tidak tersesat oleh bisikan nafsu dunia
Yang kan menjadikan cinta tidak lagi suci
Maka, akhirnya hati memilih untuk menahan cinta
Agar tidak tumbuh berkembang dalam kenistaan dosa
Dan khawatir akan mengalahkan cinta pada Sang Maha Cinta

Sepanggal lirik-lirik doa terlantun lirih dalam keheningan
Berharap Sang Maha Cinta tetap menjaga hati dari tipuan cinta
Tetap memberikan ketidaknyamanan pada hati
Ketika cinta tak direstui
Hati hanya ingin bertahan pada cinta di atas Cinta
Hingga hati kan mencinta karena Cinta
Akhirnya hati berlabuh pada cinta yang diciptakan Cinta
Hati memohon agar hati kan jatuh cinta pada Cinta dalamkehalalan cinta yang nyata
Yang terbangun dalam sebuah kesucian pertemuan cinta
Dalam sebuah akad cinta yang direstui….amin

Wanita Idaman Surga

04.22 By ReNi NiNGsiH

“Dunia adalah perhiasan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah”

“Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia”
Wahai manusia yang paling bahagia karena agama dan etika..
Meskipun tanpa permata, kalung, dan emas yang menghiasinya..
Melainkan berkat tasbih yang selalu dibacanya..
Bagaikan berita gembira, bagaikan hujan, bagaikan fajar,bagaikan sinar, dan bagaikan awan..


Dalam sujud, dalam do’a, dalam sikap merasa dalam pengawasan Allah SWT..
Dalam pemikiran yang bersumber dari cahaya ruh Illahi..
Dan kitab-kitab yang juga dipesankan Al-Qur’an..
Oleh cahaya wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di gua yang darinya Rasul..
Rabb-Mu dapat menguasai bangsa Romania dan bangsa Arab..
Engkau adalah manusia yang paling bahagia di dunia..
Berkat keyakinan yang ada dalam kalbumi yang suci lagi penuh ketaatan..

*Ciri-ciri Wanita Ahli Syurga
1. Ridla dengan suami yang telah dijodohkan oleh Allah SWT.
2. Menjadikan istri yang setia kepada suami dikala senang dan susah.
3. Selalu memohon maaf kepada suami.
4. Senantiasa mendahulukan suami dalam keadaan apapun.
5. Senantiasa menghibur hati suami terutama bila suami dalam kesusahan.
6. Bila dipandang suami senantiasa menyenangkan.
7. Melembutkan pandangan dan tertunduk bila dihadapan suami.
8. Tidak pernah menolak bila disentuh suami kapanpun ia perlu.
9. Tidak berkhianat terhadap harta, perkara, dan sebagainya tatkala suami tidak ada.
10. Senantiasa hormat kepada suami dan ibu/ bapak suami.
11. Selalu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan untuk suami.
12. Selalu bersih dan bersolek untuk membahagiakan suami bila dipandang.
13. Tidak pernah menunjukkan wajah yang muram dan berlaku kasar terhadap suami.
14. Menyambut pulang suami dengan senyuman dan mencium tangan suami.

Kenakalan Remaja, Faktor Penyebab dan Tips Menghadapinya

04.22 By ReNi NiNGsiH

Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika sebuah anak kelas satu SMA di kompelks saya, ditangkap/diciduk POLISI akibat menjadi seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.
Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut:
- kurangnya kasih sayang orang tua.
- kurangnya pengawasan dari orang tua.
- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.
- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.
- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.
- dasar-dasar agama yang kurang
- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya
- kebasan yang berlebihan
- masalah yang dipendam
Dan saya dapat memberikan beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:
- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.
- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.
- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.
- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.
- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga dapat berguna bagi anda.